Fredrich Bantah Disebut Curi Rekam Medis Novanto

Tim Editor

Terdakwa obstruction of justice korupsi e-KTP, Fredrich Yunadi. (Tiwi/era.id)

Jakarta, era.id - Terdakwa obstruction of justice, Fredrich Yunadi, menyebut dirinya tidak ingin disebut sebagai penipu oleh majelis hakim dan JPU KPK.

Hal itu diungkapkan Fredrich saat menanggapi proses penerimaan rekam medis dan CD hasil rekam medis terpidana megakorupsi e-KTP Setya Novanto dari RS Premiere Jatinegara. Fredrich merasa selama ini dirinya dipandang telah memalsukan rekam medis Novanto.

"Saya buat klarifikasi jadi jangan seolah-olah saya dituduh seolah-olah saya mencuri. Penuntut umum selalu mengarah ke sana dari mana saya mendapatkan (CD dan resume medis Novanto) secara ilegal," tutur Fredrich di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).

Istri Novanto, Deisti Astriani Tagor, yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan mengungkapkan tentang proses penyerahan rekam medis dan CD rekaman Novanto. Deisti menyebut dirinya pernah memperlihatkan rekam medis yang jumlahnya sekitar lima lembar dan CD hasil pemeriksaan kesehatan Novanto.

Baca Juga : Novanto dan Istri Akan Bersaksi untuk Sidang Fredrich


(Infografis/era.id)

Penyerahan itu terjadi sekitar pada tanggal 12 atau 13 November 2017, beberapa hari sebelum Novanto mengalami kecelakaan di bilangan Permata Hijau, Jakarta Selatan pada 16 November 2017.

"Setelah saya kasih, Pak Fredrich foto-foto resumenya, lalu dia bicara sama ajudan untuk yang dalam bentuk CD kalau bisa dikopi," kata Deisti dalam persidangan.

Usai memfoto dan memerintahkan untuk foto, Fredrich langsung meninggalkan kediaman Novanto. Deisti mengatakan tidak sempat menanyakan alasan Fredrich memfoto. Ia hanya berpikir lembaran resume medis itu diminta untuk keperluan pekerjaan.

Baca Juga : Novanto Bakalan Makin Religius di Sukamiskin


(Infografis/era.id)

"Bapak (Novanto) pasang ring jantung 2, beliau (Fredrich) 10. Saya enggak kepikiran apa-apa, karena mungkin Pak Fredrich mau lihat-lihat aja, karena dia juga pasang ring," tutur Deisti.

Baca Juga : Fredrich yang Tak Takut Disantet

Di waktu rehat persidangan, Fredrich menyebut tidak punya untung mengambil rekam medis seseorang. Ia menilai, dokumen rekam medis tidak mempunyai harga sehingga tidak mungkin diminta tanpa ada tujuan. 

"Untung saya apa sih? Memang itu bisa dijual? Kan enggak bisa?" tutur Fredrich.

Tag: fredrich yunadi setya novanto korupsi e-ktp

Bagikan: