Polisi di Berbagai Daerah Merespons Bom Surabaya

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi Jaga NKRI (Mia Kurniawati/era.id)

Hingga berita ini ditulis pada 13.22 WIB, penanganan dari peristiwa pengeboman masih berlangsung. Pemutakhiran terhadap peristiwa masih sangat mungkin kami lakukan. Versi aktual dari peristiwa ini dapat kamu ikuti di sini: Bom Surabaya.


Jakarta, era.id - Sepuluh orang tewas, 41 lain, termasuk dua polisi terluka dalam peristiwa pengeboman tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu pagi (13/5/2018). Dari parlemen, Ketua DPR, Bambang Soesatyo mendorong pemerintah, termasuk para penegak hukum untuk bergerak cepat merespons ledakan bom tersebut.

"DPR meminta tindakan para pelaku harus segera diproses hukum. Sebab, apabila aparat kepolisian tidak bergerak cepat, dikhawatirkan akan ada pihak yang memprovokasi masyarakat sehingga kerukunan dan kedamaian bisa terganggu," imbuhnya dalam keterangan tertulis yang diterima era.id, Minggu (13/5/2018).

Bahkan, Bambang menyebut Indonesia telah memasuki status darurat terorisme, mengingat berbagai singgungan yang terjadi dengan sejumlah aksi teror dalam beberapa waktu belakangan.

"Saya mengingatkan, Indonesia sudah memasuki darurat terorisme. Sebab, serangan demi serangan terorisme masih terus terjadi di beberapa wilayah Indonesia," ucapnya.

Di berbagai daerah, kepolisian merespons peristiwa ledakan bom Surabaya dengan peningkatkan keamanan.


Infografis ledakan "Tiga Gereja di Surabaya" (era.id)


Jakarta

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis mengumumkan status siaga satu buat seluruh anggotanya. "Keamanan status kesiapsiagaan seluruh jajaran Polda Metro Jaya dinyatakan dalam status siaga satu!" seru Idham, dikutip dari Antara, Minggu (13/5/2018).

Perintah itu juga diturunkan oleh Kapolda lewat penerbitan Surat Telegram Rahasia (STR) Nomor: STR/817/V/PAM.3.3/2018 tertanggal 13 Mei 2018 yang berisi perintah kesiapsiagaan personel jajaran Polda Metro Jaya.

Penerbitan status itu, kata Idham bertujuan untuk menciptakan sistem keamanan dan ketertiban yang kondusif menyusul singgungan dengan sejumlah aksi teror yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan.

Sulawesi Tengah

Di Sulawesi Tengah, Antara memantau, petugas gabungan dari Polda dan polsek-polsek di seluruh wilayah Sulawesi Tengah tampak mengetatkan pengamanan di sejumlah titik, termasuk sejumlah gereja. Pengamanan tersebut diketahui tak hanya dilakukan secara terbuka, namun juga secara tertutup dengan melibatkan peran intelijen.

Perintah pengetatan keamanan itu, nyatanya diturunkan langsung oleh Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Ermi Widyatno. "Berkaitan dengan hal itu (bom Surabaya), saya telah memerintahkan seluruh jajaran untuk waspada dan melaksanakan giat preventif di gereja-gereja," kata Ermi.

Ermi yang saat ini tengah berada di Jakarta meminta secara khusus kepada masyarakat di Sulawesi Tengah untuk tetap waspada dan tenang, serta bekerja sama dengan kepolisian untuk menciptakan suasana kondusif, aman, dan damai.

Riau

Di Pekanbaru, Polda Riau juga langsung bereaksi terhadap ledakan bom di sejumlah gereja di Surabaya. Pengamanan di sejumlah titik di Kota Pekanbaru, mulai dari pusat perbelanjaan, tempat ibadah, dan sejumlah titik keramaian lain langsung dilakukan.

"Kami menerima perintah dari Kapolda untuk melaksanakan pengamanan secara maksimal, terutama di tempat ibadah seperti gereja dan pusat keramaian masyarakat," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Sunarto.

Khusus di rumah-rumah ibadah, Polda Riau menurunkan personel Brimob bersenjata lengkap. "Kami lakukan sterilisasi barang bawaan, kemudian tempat parkir, serta meningkatkan kewaspadaan bagi orang tidak dikenal," tuturnya.

Selain di titik-titik keramaian umum, Polda Riau juga meningkatkan fokus pengamanan di Markas Komando atau pun pos-pos pengamanan masing-masing. Sebab, belajar dari kasus-kasus serangan teror yang lalu, petugas keamanan merupakan salah satu sasaran utama para pelaku teror.

"Kemudian kami juga meminta masing-masing personel meningkatkan penjagaan diri dengan menggunakan body protector serta selalu siaga," ujarnya.

Pagi tadi, tiga gereja di Surabaya diserang bom. Tiga gereja itu adalah Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Gubeng; Gereja Kristen Indonesia (GKI) Dipo Jalan Diponegoro Nomor 146, Tegalsari; dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Arjuno Jalan Arjuno Nomor 90, Sawahan.

Tag: bom surabaya teror bom di as teroris

Bagikan: