Presiden Ajak Kita Bersatu Lawan Terorisme

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Presiden Jokowi memantau lokasi ledakan (Foto: Hamni Susilo/era.id)

Jakarta, era.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersatu melawan terorisme. Siapa pun kamu, apa pun agamamu, mari merapat!

Jokowi mengingatkan agar masyarakat berhenti melihat persoalan terorisme sebagai konflik agama. Sebab, jelas, terorisme adalah kejahatan kemanusiaan yang tak berkaitan dengan ajaran agama manapun.

"Teror semua adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, tidak ada kaitan dengan agama apa pun, semua agama menolak terorisme, apapun alasannya," kata Jokowi di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, perlawanan terhadap terorisme adalah hal yang wajib dilakukan setiap individu masyarakat yang menganut nilai-nilai agama dan kebhinnekaan.

"Saya mengajak masyarakat untuk melawan terorisme yang menentang nilai agama, sebagai bangsa yang menunjung nilai agama dan kebhinnekaan" ujar Jokowi.

"Mari kita jaga persatuan, kesatuan, dan waspada. Kita harus bersatu melawan terorisme."

Pagi tadi, tiga gereja di Surabaya diserang bom. Tiga gereja itu adalah Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Gubeng; Gereja Kristen Indonesia (GKI) Dipo Jalan Diponegoro Nomor 146, Tegalsari; dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Arjuno Jalan Arjuno Nomor 90, Sawahan.


Baca Juga : Polisi di Berbagai Daerah Merespons Bom Surabaya


Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur hingga pukul 12.00 WIB, sebanyak 43 orang terluka dan ditangani di delapan rumah sakit di Jawa Timur: RS Bedah Surabaya (14 orang), RS Siloam (5 orang), RSUD DR.Soetomo (3 orang), RS Bhayangkara HSSM (6 orang), RS RKZ (7 orang), RSAL Ramelan (1 orang), RS William Booth (2 orang), dan RS Premier Surabaya (5 orang).


Infografis "Ledakan Bom di Surabaya" (era.id)

Tag: bom surabaya teror bom di as teroris

Bagikan: