Pelaku Bom Surabaya Berasal dari Kelompok JAD

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Situasi setelah ledakan di Surabaya. (Istimewa)

Jakarta, era.id - Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Purwanto mengatakan ledakan bom di Surabaya, sebenarnya sudah terdeteksi, Minggu (13/5/2018). Namun aparat kepolisian kesulitan lantaran belum mengantongi bukti permulaan yang cukup dan lokasi serangan.

"Sudah tapi mengacak mereka. Hanya harus ada bukti permulaan yang cukup. Karena itu terjadi seperti saat ini. Kita cari bukti juga tidak mudah. Mereka pintar sembunyi. Kita terkendala di UU," tutur Wawan saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (13/5/2018).

Wawan menambahkan, jaringan yang diduga menjadi otak serangan ini berasal dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Meski pendiri JAD, Aman Abdurrahman sudah ditangkap polisi, gerakan kelompok ini ternyata belum berhenti.

Awalnya, kelompok JAD ini ingin menyerang Mako Brimob setelah kerusuhan di sana beberapa waktu lalu. Namun, mereka mengubah sasaran ke tempat ibadah.

"Ini ngacak. Sebetulnya tanggal 11. Tapi 11 sulit. Lalu cari sasaran alternatif karena sasaran utama polisi. Serangan tanggal 11 ke Mako Brimob," kata Wawan.

Wawan memprediksi, masih akan ada lagi serangan susulan setelah Surabaya. Namun serangan akan bersifat sporadis dan sangat sulit diprediksi.

"Iya masih ada rencana serangan. Maka diperintahkan siaga. Harus siaga, tidak boleh lengah. Masyarakat juga harus dilibatkan," kata Wawan.


(Infografis/era.id)

Hingga pukul 15.00 WIB, Kepolisian Daerah Jawa Timur mencatat sebelas orang tewas dan 43 orang luka-luka akibat serangan bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Dua di antaranya, merupakan anggota polisi.

Kini, para korban dibawa ke sejumlah lokasi, di antaranya ke RS Sutomo dan RS Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis. 

Untuk diketahui, ketiga lokasi yang menjadi sasaran teror bom ini adalah Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Gubeng, Surabaya; Gereja Kristen Indonesia (GKI) Dipo Jalan Diponegoro nomor 146, Tegalsari, Surabaya; dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Arjuno Jalan Arjuno nomor 90, Sawahan, Surabaya.

Tag: teror bom di as bom surabaya teroris

Bagikan: