20 Tahun Reformasi dan Kerugian Negara Saat Kerusuhan

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Kerugian kerusuhan 13-14 Mei 1998 (Infografis: Ayu/era.id)

Ini masih serial panjang era.id mengenai peringatan 20 tahun reformasi. Situasi dalam negeri makin panas. Presiden Soeharto mempercepat kepulangannya dari Kairo. Namun dia tetap belum mau mundur meski desakan tidak pernah kendur. Inilah seri terbaru dalam serial peringatan 20 tahun reformasi. Selamat menikmati

Jakarta, era.id - 20 tahun lalu Jakarta memanas. Empat mahasiswa Trisakti jadi korban tragedi penembakan mengerikan. Hidup Hery Hartanto, Elang Mulia Lesmana, Hafidhin Royan, dan Hendriawan Sie, berakhir begitu saja di tangan aparat kepolisian lantaran teriakkan reformasi. Hingga kini, nama dan keberanian keempatnya masih dikenang dan tak pernah lekang.

Peristiwa mencekam itu tak hanya meninggalkan luka yang tiada obatnya. Tetapi, kerusuhan yang terjadi setelahnya membuat negara menderita kerugian fisik hingga Rp2,5 triliun. Gubernur DKI Jakarta kala itu, Sutiyoso, menyebut kerugian Rp2,5 triliun itu berasal dari kerusakan 13 pasar, 2479 ruko, 40 mal/plaza, 1.604 toko, 45 bengkel, 2 kecamatan, 11 polsek, 383 kantor swasta, 65 kantor bank, 24 restoran, 12 hotel, 9 pom bensin, 8 bus kota, 1.119 mobil, 821 motor, 486 rambu lalu lintas, 11 taman, 18 pagar, 1.026 rumah penduduk dan gereja.

Tak hanya itu, Badan Urusan Logistik (Bulog) juga terkena imbasnya. Kata Beddu Amang, Kepala Bulog saat itu, Bulog DKI Jakarta kehilangan 500 ton beras senilai Rp600 juta, 1,8 ton gula senilai Rp3,24 miliar, dan toko koperasi senilai Rp400 juta. Total kerugian yang dialami mencapai Rp4,24 miliar.

Baca Juga: 20 Tahun Reformasi dan Pemakaman Korban Penembakan Trisakti

Lebih menyakitkan lagi, kerusuhan yang terjadi 13-15 Mei 1998 itu mencatatkan korban meninggal hingga 288 jiwa, dan 101 korban lainnya luka-luka. Seluruh korban ini berjatuhan di wilayah DKI Jakarta.
 
Warga Asing Tinggalkan Indonesia

Ketidakstabilan kondisi politik dan ekonomi pasca peristiwa penembakan membuat warga negara asing (WNA) panik dan berangsur tinggalkan Indonesia, kembali ke negara asalnya. Juru bicara Gedung Putih saat itu menyatakan bahwa 3.200 warga Amerika Serikat bertolak dari Indonesia dalam kurun waktu beberapa hari saja.

Selain itu, pejabat Kementerian Luar Negeri Belanda Dirkjah Van Berg menyebut, sebanyak 1.500 warga negara Belanda meninggalkan Indonesia hanya dalam waktu 24 jam.

Baca Juga: 20 Tahun Reformasi Keadilan untuk Korban Tragedi Trisakti

Pemerintah Jerman bahkan sampai mengirim pesawat khusus menuju Singapura untuk mengevakuasi 3.500 warga negaranya yang kala itu masih berada di Indonesia.

Tak mau kalah, 200 warga Inggris juga bergegas meninggalkan Indonesia, atas perintah kerajaannya. Kerajaan Inggris bahkan memberikan ultimatum kepada seluruh warganya yang masih berada di Indonesia untuk segera kembali ke Inggris dalam kurun waktu secepat-cepatnya.

Sementara itu, Kedubes Korea Selatan mencatat, sebanyak 10 ribu warganya yang berada di Indonesia dipulangkan melalui penerbangan khusus Korea Arilines. Tak ketinggalan, sebanyak 40 ribu warga negara India juga berbondong-bondong tinggalkan Indonesia.  


Prediksi kerugian selama kerusuhan 1998 (Ayu/era.id)
 

Tag: peringatan 20 tahun reformasi

Bagikan: