Peringatan 20 Tahun Reformasi: Perkosaan Massal dan Ita Martadinata

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Infografis Ita Martadinata (era.id)

Jakarta, era.id - Mundurnya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998 disambut gembira masyarakat yang sudah membuat gelombang demonstrasi berhari-hari pada saat itu. Namun, masuknya era reformasi juga menyisakan duka akibat kerusuhan yang mengakibatkan korban luka, meninggal dunia, serta kerusakan hebat banyak bangunan di Indonesia.

Beberapa hari sebelum Soeharto lengser, suasana di Jakarta memanas. Gelombang demonstrasi semakin besar, kelompok mahasiswa dan masyarakat dari berbagai daerah berkumpul di sekitar gedung MPR/DPR, Jakarta, hingga terjadi kerusuhan hebat.

Peringatan 20 Tahun Reformasi: Iwan Fals dan Kritiknya

Kerusuhan yang terjadi pada masa itu membuat negara menderita kerugian fisik hingga Rp2,5 triliun. Gubernur DKI Jakarta kala itu, Sutiyoso, menyebut kerugian Rp2,5 triliun berasal dari kerusakan 13 pasar, 2.479 ruko, 40 mal/plaza, 1.604 toko, 45 bengkel, 2 kecamatan, 11 polsek, 383 kantor swasta, 65 kantor bank, 24 restoran, 12 hotel, 9 SPBU, 8 bus kota, 1.119 mobil, 821 motor, 486 rambu lalu lintas, 11 taman, 18 pagar, 1.026 rumah penduduk, dan gereja.

Badan Urusan Logistik (Bulog) juga terkena imbasnya. Kepala Bulog saat itu, Beddu Amang, Bulog DKI Jakarta kehilangan 500 ton beras senilai Rp600 juta, 1,8 ton gula senilai Rp3,24 miliar, dan toko koperasi senilai Rp400 juta. Total kerugian yang dialami mencapai Rp4,24 miliar.
 
Lebih menyakitkan lagi, kerusuhan yang terjadi pada 13-15 Mei 1998 itu menimbulkan korban meninggal hingga 288 jiwa, dan 101 korban lainnya luka-luka. Seluruh korban ini berjatuhan di wilayah DKI Jakarta, dan belum termasuk mereka yang jadi korban perkosaan.

Seorang warga yang mengaku menjadi korban perkosaan adalah Ita Haryono atau Ita Martadinata. Perempuan kelahiran 1980 itu tinggal di rumah kos di Jakarta Pusat. 

Baca Juga: Peringatan 20 Tahun Reformasi dan Kerusuhan 1998

Pada Oktober 1998, Ita ditemukan tewas di kamar kosnya di Jakarta Pusat. Beberapa sumber menyebutkan, kematian Ita diperkirakan terjadi empat sampai tujuh hari sebelum dia berangkat ke Amerika Serikat, bersama empat korban lainnya, untuk berbicara di depan Kongres PBB terkait kerusuhan dan perkosaan massal 1998 di Indonesia. 

Kematian Ita menimbulkan kontroversi. Menurut polisi, Ita tewas dibunuh tetangganya yang terpergok mencuri di rumah kosnya. Ita tewas dalam kondisi sangat mengenaskan, ada 10 luka tusukan di tubuhnya, dan sayatan di lehernya. Kasus ini seperti menguap karena tertutup pemberitaan aktivitas politik saat itu.

Tag: peringatan 20 tahun reformasi

Bagikan: