Peringatan 20 Tahun Reformasi: Mengenal Neo Cendana (2)

Tim Editor

Infografis anak-anak Soeharto (era.id)

Dalam rangka memperingati 20 tahun reformasi, era.id menyiapkan beragam konten dalam bentuk teks, video, infografis, serta podcast. Kali ini, kami sajikan profil mengenai anak-anak Presiden Soeharto, dan artikel lain terkait reformasi dapat kamu baca di sini.

Jakarta, era.id - Lengsernya Presiden Soeharto, pada Mei 1998, berdampak juga pada kelangsungan karier politik dan bisnis anak-anaknya. Soeharto memiliki enam putra-putri, yakni Siti Hardijanti Rukmana, Hutomo Mandala Putra, Sigit Harjojudanto, Siti Hediati Heriyadi, Bambang Triatmodjo, dan Siti Hutami Endang Adiningsih. 

Pada artikel ini, kami akan menyampaikan profil tiga putra-putri Soeharto. Profil ketiga anaknya yang lain sudah kami sampaikan dalam artikel dengan judul Peringatan 20 Tahun Reformasi : Mengenal Neo Cendana.

Siti Hediati Hariyadi 

Perempuan yang lebih dikenal dengan nama Titiek Soeharto ini lahir di Semarang, 14 Oktober 1960. Dia adalah anak keempat Soeharto dan meraih gelar sarjana ekonomi di Universitas Indonesia pada 1985. Titiek pernah menikah dengan Prabowo Subianto pada Mei 1983. Pernikahan mereka berakhir pada 1998.

Semasa Soeharto masih berkuasa, Titiek, sebagaimana saudara-saudaranya, dikenal dengan gaya hidupnya yang glamor. Koleksi tas dan pakaiannya berasal dari merek terkemuka dunia seperti Harry Winston dan Bulgari. 

Selain itu, dilansir sejumlah media, Titiek juga hobi berburu berlian kala berwisata ke luar negeri. Selain gaya hidup glamor, Titiek juga mengidolai sejumlah bintang Hollywood, salah satunya adalah Steven Seagal yang dikabarkan berdansa semalaman dengan dirinya di Bali pada 1994.

Baca Juga : 20 Tahun Reformasi dan Kerusuhan 1998

Titiek juga memegang jabatan penting di sejumlah perusahaan seperti BEJ (1995-1998), PT Mekar Unggul Sari (sejak 1994) dan pernah menjadi komisaris SCTV hingga 2015.

Dengan deretan perusahaan ini, tak mengherankan jika gaya hidupnya pun sangat glamor. Usai kejatuhan Soeharto, nyatanya Titiek tetap berjaya di percaturan politik Indonesia. Dia dipercaya memimpin bidang pertanian dan nelayan DPP Partai Golkar (2012-2015). Pada pilpres 2014 lalu, Titiek juga menjadi salah satu juru kampanye pasangan Prabowo-Hatta Rajasa.



Bambang Trihatmodjo

Bambang Trihatmodjo atau biasa disapa Bambang Tri adalah anak ketiga Soeharto yang lahir pada 23 Juli 1953 di Solo, Jawa Tengah. Bambang tercatat menikah dengan Halimah Agustina Kamil pada 1987 dan dirinya mengajukan tuntutan cerai pada 2007. Selain dengan Halimah, Bambang diketahui menikah dengan seornag penyanyi bernama Mayangsari pada 2007.

Semasa ayahnya berkuasa, Bambang sudah dikenal sebagai pebisnis ulung. Bersama sejumlah rekannya dari Perguruan Cikini, Bambang mendirikan PT. Global Mediacom, Tbk atau lebih dikenal dengan nama Bimantara Group.  Jaringan perusahaan ini sungguh luar biasa, pada 1998, ketika Soeharto masih berkuasa, harta Bambang disebut-sebut mencapai 3,5 miliar dolar AS.

Kabar berembus kalau Soeharto mendukung penuh bisnis anak-anaknya termasuk Bambang. Memotong rantai perizinan dan mempermudah aturan untuk bisnis adalah rumor yang kencang berembus pada masa itu.

Jika Tommy disebut-sebut sebagai anak kesayangan Soeharto, maka Bambang disebut anak kesayangan Siti Hartinah alias istri Soeharto. Keduanya kerap nampak bersaing dalam bisnis, seperti dalam proyek mobil nasional (mobnas).

Baca Juga : Penembakan dan Pemakaman Korban Penembakan Trisakti

Ketika Soeharto lengser setelah dihantam gelombang demonstrasi dan kerusuhan pada Mei 1998, bisnis Bambang tetap berkibar dan bertahan hingga kini. Bisnis yang digarap Bimantara tersebar mulai dari perhotelan, perkebunan, perikanan, otomotif, industri kimia, pariwisata, dan lainnya.

Di era reformasi, Bambang melalui Bimantara Group tercatat mendirikan sederet perusahaan lain untuk melakukan penanaman modal investasi baik secara domestik maupun internasional. Salah satu yang paling dikenal adalah pembuatan Bali Turtle Island dengan investasi miliaran dolar AS pada 2003.

Bambang juga masih memiliki armada lain yang menonjol dalam Bimantara, yakni Candra Asri (CA) dan Kanindotex. CA bergerak pada bidang industri kimia dan petrokimia, sementara Kanindotex bergerak pada bidang industri tekstil. Bisnis Bambang yang lain juga merambah industri energi dan perminyakan.



Siti Hutami Endang Adiningsih

Nama Siti Hutami Endang Adiningsih tidak sepopuler anak-anak Soeharto yang lain. Wanita kelahiran 23 Agustus 1964 ini adalah anak kelima Presiden Soeharto, dia akrab disapa Mamiek Soeharto. Berbeda dengan kebanyakan kakaknya yang terjun ke arena politik praktis, Mamiek lebih memilih fokus berbisnis ketimbang masuk atau mendirikan parpol.

Mamiek diketahui menikah dengan Pratikno Singgih pada 1990 dan memiliki seorang anak, namun hubungan antara keduanya berakhir dengan perceraian. Mamiek juga sempat diperiksa kepolisian saat Tommy menjadi buronan pada 2000-2001.

Baca Juga : Tragedi Trisakti dan Peran Timur Pradopo

Mamiek memang berbeda dengan saudara-saudaranya yang agresif dalam membentangkan kerajaan bisnisnya. Jika kebanyakan saudaranya membangun bisnis di berbagai bidang, Mamiek melalui perusahaan induknya, Manggala Kridha Yudha, malah banyak berinvestasi di bidang tanah.

Mamiek adalah pemilik Taman Buah Merkasari seluas 3.000 Hektare. Dia juga disinyalir memiliki sejumlah perkebunan kelapa sawit dan banyak tanah di daerah Jonggol. Grup Manggala Kridha Yudha miliknya juga tercatat bergerak di bidang pergudangan dan transportasi. Kelangsungan bisnisnya masih terjaga baik sebelum maupun sesudah reformasi.

Mamiek lebih memilih berkebun daripada terlibat dalam politik praktis seperti kakak-kakaknya. Dia juga berpesan agar Bangsa Indonesia bisa lebih menghargai jasa ayahnya, Soeharto.

Tag: peringatan 20 tahun reformasi presiden soeharto

Bagikan: