Tulis 'Bom Surabaya Pengalihan Isu', Dosen USU Jadi Tersangka

| 20 May 2018 20:22
Tulis 'Bom Surabaya Pengalihan Isu', Dosen USU Jadi Tersangka
Himma Dewiyana Lubis (TribrataNews Polda Sumut)
Medan, era.id - Dosen Universitas Sumatera Utara (USU), Himma Dewiyana Lubis alias Himma kini cuma bisa menyesali perbuatannya. Himma Dewiyana baru saja ditetapkan jadi tersangka ujaran kebencian setelah menulis status bom Surabaya pengalihan isu. 

Kabid Humas Polda Sumatera Utara AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, Himma ditangkap polisi di rumahnya, Kompleks Johor Permai Kota Medan oleh petugas Ditreskrimsus Cybercrime Polda Sumut, Sabtu, (19/5) kemarin. Himma ditangkap karena karena postingan akun Facebook-nya itu menjadi viral.

"Setelah tiga serangan bom bunuh diri di tempat ibadah di Surabaya, Minggu (13/5). HDL memosting sebuah tulisan yang menyebutkan kalau tiga bom gereja di Surabaya hanyalah pengalihan isu, skenario pengalihan sempurna, dan #2019 Ganti Presiden," kata AKBP Tatan seperti dilansir dari Antara, Minggu (20/5/2018).

Padahal Himma bukanlah orang yang berpendidikan rendah. Dia adalah kepala arsip dan masuk dalam pengurus komunitas arsip tingkat nasional. Pendidikan terakhir Himma juga S2. USU sendiri sudah mencopot jabatan Himma. Setelah keburu viral, postingan tersebut dihapus. Namun sudah terlanjur di-screenshoot netizen.

"Motif dan tujuan pemilik akun Facebook HDL yang dimilikinya itu, karena terbawa suasana dan emosi. Di dalam media sosial Facebook dengan maraknya caption/tulisan #2019 Ganti Presiden," beber Tatan.

"Karena telah meresahkan masyarakat, personil Cybercrime Polda Sumut yang melaporkan sendiri akun tersebut, sehingga ujaran kebencian yang dilakukan pelaku dapat diusut," kata mantan Wakapolrestabes Medan itu. Saat penangkapan Himma, polisi menyita IPhone 6S warna silver, SIM Card 081533807888, satu buah Flashdisk merek Toshiba 4 GB.

Himma dijerat melanggar Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45A ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 dan Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Himma sempat dihadirkan dalam jumpa pers kasus ini. Dia pun mengaku menyesal dan berharap tindakannya ini tidak ditiru oleh siapapun. Saat itu, Himma sempat terduduk lemas dan hampir jatuh hingga harus didampingi Polwan dari Humas. 

"Saya mengakui dan menyesal atas kesalahan saya. Saya juga berharap masyarakat tidak sembarangan dalam menulis dan membagikan sesuatu yang merugikan di Media Sosial agar tidak bernasib sama seperti saya," kata Himma. 

Foto-foto Himma Dewiyana Lubis (TribrataNews Polda Sumut)

Bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja Surabaya pekan lalu menyebabkan belasan orang meninggal dunia dan lebih dari 40 orang mengalami luka bakar serius. Korban terakhir yang meninggal dunia adalah Catur Giri Sungkowo (47) karena luka bakar di atas 80 persen. 

Catur merupakan satpam dari Gereja Pantekosta Pusat Surabaya. Saat kejadian, dia coba menahan laju mobil Avanza yang dikemudikan Dita Oepriarto. Tapi tiba-tiba, bumm... mobil tersebut meledak. Korban terbanyak memang berasal dari gereja ini.

Semua orang, termasuk Presiden Jokowi, mengutuk keras aksi biadab ini. Bukan cuma karena menimbulkan banyak korban. Tapi teroris mengikutsertakan anak-anak mereka yang masih di bawah umur sebagai pelaku. 

Rekomendasi