Luhut Sebut Puncak Omicron Jelang Ramadan, Netizen: Ujung-ujungnya Gak Boleh Mudik Lagi

| 18 Jan 2022 17:18
Luhut Sebut Puncak Omicron Jelang Ramadan, Netizen: Ujung-ujungnya Gak Boleh Mudik Lagi
Luhut Binsar Panjaitan (Dok. Marives)

ERA.id - Pemerintah memprediksi puncak gelombang Omicron di Tanah Air terjadi pada Februari hingga awal Maret 2022. Proyeksi tersebut dari hasil analisa para pakar terhadap perkembangan kasus varian baru covid-19 di seluruh dunia.

"Berangkat dari trayektori kasus di Afrika Selatan, puncak Omicron di Indonesia diprediksi terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret," ujar Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai mengikuti rapat terbatas, Minggu kemarin.

Luhut memastikan sistem kesehatan di Tanah Air sudah siap menghadapi virus tersebut. Ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, obat-obatan, alat kesehatan, hingga tenaga medis dalam kondisi siap siaga.

Pelaksanaan vaksinasi booster atau dosis ketiga juga akan dipercepat. Terutama di wilayah yang memiliki tingkat mobilisasi tinggi, seperti Jawa dan Bali.

Pengumuman ini nyatanya tidak terlalu membuat netizen ataupun masyarakat kaget. Bahkan banyak dari mereka yang sudah memprediksi kalau puncak Omicron akan diumumkan jelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Sebagian netizen lainnya memprediksi pemerintah bakal melarang mudik tahun ini.

"Ujung-ujungnya nggak boleh mudik lagi. yaelah udah 2x lebaran nggak pulang ini, kalau sekali lagi nggak pulang jadi bang Toyib," tulis @acilhandik**.

"Omicron dan gabungan virus lainnya akan muncul dibulan Maret April Mei, sudah ketebak boskuu hampir 3 tahun masa iya nggak ngeuh wkwk," komentar @gatauapasi***.

"Episode nggak boleh mudik, tapi pulang kampung boleh kayaknya akan berlanjut," kata @GantengKa****.

"Sebuah penyakit penuh dengan prediksi yang tepat," cuit @muz**.

Rekomendasi