Kemarin Ngamuk Bilang Kalimantan Tempat Jin Buang Anak, Sekarang Edy Mulyadi Mangkir Panggilan Polisi

| 28 Jan 2022 11:30
Kemarin Ngamuk Bilang Kalimantan Tempat Jin Buang Anak, Sekarang Edy Mulyadi Mangkir Panggilan Polisi
Edy Mulyadi (tangkapan layar)

ERA.id - Edy Mulyadi tak hadir memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri terkait kasus ujaran 'Kalimantan Tempat Jin Buang Anak' yang dijadwalkan pada Jumat (28/1/2022).

Penasihat Hukum Edy Mulyadi, Herman Kadir mengatakan, pemanggilan terhadap kliennya tak sesuai prosedur.

Herman Kadir juga menegaskan apa yang disampaikan kliennya sejak awal hingga akhir untuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang tak masuk akal dan mengancam kedaulatan bangsa dan negara, dan bukan bagian dari ujaran kebencian.

Kuasa Hukum juga menegaskan bahwa pernyataan 'Tempat Jin Buang Anak' untuk menunjukkan keberadaan sebuah tempat yang jauh dan masih sepi tanpa menyebutkan nama pulau, suku, ras dan sejenisnya (SARA).

Sebelumnya, YouTuber Edy Mulyadi akan mendatangi Mabes Polri hari ini, Jumat (28/1/2022), untuk menjelaskan kasusnya soal dugaan ujaran kebencian “Jin buang anak”.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan pihak Edy Mulyadi menyatakan kesediaannya hadir memenuhi panggilan penyidik.

“Yang bersangkutan (Edy Mulyadi, Red) menyatakan bersedia hadir diperiksa Jumat, pukul 10.00 WIB,” kata Ramadhan.

Edy Mulyadi dilaporkan sejumlah elemen masyarakat di tiga wilayah berbeda, yakni Polda Kalimantan Timur, Polda Sulawesi Utara, dan Polda Kalimantan Barat terkait ujarannya tentang Ibu Kota Negara (IKN) sebagai tempat jin buang anak.

Laporan tersebut diambil alih oleh Bareskrim Polri untuk ditindaklanjuti. Hingga saat ini sebanyak 38 saksi telah dimintai keterangan, terdiri atas 30 saksi umum dan delapan saksi ahli.

Selain menerima tiga laporan polisi, penyidik juga menerima 16 pengaduan dan 18 pernyataan sikap dari berbagai elemen masyarakat terkait pernyataan Edy Mulyadi tersebut.

Salah satu kutipan Edy Mulyadi yang diduga menghina Kaltim saat konferensi persnya berbunyi "Ini ada sebuah tempat elit, punya sendiri yang harganya mahal, punya gedung sendiri, lalu dijual, pindah ke tempat jin buang anak (IKN baru).”

Kami juga pernah menulis soal Berurai Air Mata, Titi Kamal Ungkap Penyesalan Terbesar Saat Sang Ayah Meninggal Dunia Kamu bisa baca di sini

Kalo kamu tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya!

 

Rekomendasi