Memangnya Mau Gaji Kamu Dipotong?

Tim Editor

    Sedang memuat podcast...

    Ilustrasi pemotongan gaji (Pixabay)

    Jakarta, era.id - Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad langsung bikin gebrakan di awal pemerintahannya. Gaji menteri di kabinetnya akan dipangkas untuk membantu mengurangi utang negara yang mencapai 1 triliun ringgit.

    10 persen gaji para menterinya akan dipotong. Selain mengurangi utang, pemotongan gaji juga bertujuan untuk mengurangi pembelanjaan pemerintah.

    Seperti biasa, netizen maha tahu langsung mengaitkan yang terjadi dengan Indonesia. Negeri ini memang punya utang yang tidak sedikit. Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, utang pemerintah per April 2018 mencapai Rp 4.180 triliun. Lalu ramailah dibahas kalau gaji-gaji pejabat di sini juga dipotong saja. Kalau kamu, memangnya mau dipotong gajinya?

    Bagi Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani apa yang terjadi di Malaysia tidak sama dengan Indonesia. Kedua negara mengalami situasi ekonomi, politik, dan sosial yang berbeda. 

    "Kan situasi ekonomi, politik sosial beda," kata Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/5/2018) seperti dilansir dari Antara.

    Merujuk pada data dari APBN, total utang pemerintah April 2018 lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp3.667,41 triliun. Untuk tahun ini, utang berasal dari pinjaman sebesar Rp773,47. Jika dipecah lagi, pinjaman dari luar negeri sebesar Rp773,91 triliun. Sedangkan dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp5,78 triliun.


    Ilustrasi pemotongan gaji (Rachmad/era.id)

    Kembali ke wacana pemotongan gaji yang sempat ramai di medsos. Setiap negara, kata Sri Mulyani, punya kebijakan sendiri terkait penetapan gaji pejabatnya. Angka yang keluar akan disesuaikan dengan kondisi yang sedang dihadapi masing-masing negara.

    "Tiap negara memiliki keputusan terkait kebijakan yang sesuai dengan konteks yang mereka hadapi," tuturnya.

    Lagipula, supaya kamu tahu nih. Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika juga memastikan posisi utang Indonesia masih dalam posisi aman dan dalam pengelolaan yang baik. Jumlah utang pemerintah per April 2018 masih dalam posisi aman yakni 29 persen terhadap prodik domestik bruto (PDB). Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2013 tentang Keuangan Negara juga memperbolehkan rasio utang hingga menyentuh 60% dari PDB.

    Tag: utang negara malaysia mahathir mohamad

    Bagikan :