Dirjen Dukcapil Diperiksa KPK Terkait Kasus e-KTP

Tim Editor

Komisi Pemberantasan Korupsi. (Tasha/era.id)

Jakarta, era.id - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah sebagai saksi untuk dua tersangka kasus e-KTP, yaitu Irvanto Hendra Pambudi (IHP) dan Made Oka Masagung (MOM).

"Tadi saksi datang sekitar pukul 10.15 WIB dan sekarang sedang dalam proses pemeriksaan," ungkap Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada awak media, Kamis (31/5/2018).

Selain memeriksa Zudan Arif, KPK juga turut memeriksa Deisti Astriani Tagor. Istri terpidana kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP Setya Novanto ini turut diperiksa oleh penyidik. Namun, pemeriksaan ini bukan untuk penyidikan atas dua tersangka tersebut.

"Dibutuhkan keterangannya untuk pengembangan perkara e-KTP. Seperti yang kami sampaikan KPK akan terus mencari pelaku lain yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini," kata Febri.

Baca Juga : Dekat dengan Irvanto, Anak Politikus Golkar Diperiksa KPK


(Infografis/era.id)

Baca Juga : Keponakan Setya Novanto Ajukan Justice Collaborator

Saat ini KPK sudah memproses tiga tersangka dalam kasus ini yaitu keponakan Setya Novanto yaitu Irvanto Hendra Pambudi, Made Oka Masagung, dan Markus Nari. Untuk Markus Nari, hingga saat ini KPK belum melakukan penahanan.

Baca Juga : Setya Novanto Mulai Cicil Pidana Uang Pengganti

Sementara yang masih dalam tahap persidangan adalah Anang Sugiana Sudihardjo yang merupakan mantan Dirut PT Quadra Solution dan Andi Agustinus alias Andi Narogong yang telah mengajukan kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Selain itu, sudah ada tiga orang yang kini juga tengah menjalani masa tahanan di Lapas Sukamiskin, Bandung yaitu dua pejabat Dirjen Dukcapil Irman dan Sugiharto yang dijatuhi pidana 15 tahun penjara oleh Mahkamah Agung serta mantan Ketua DPR Setya Novanto yang juga menjalani masa tahanannya selama 15 tahun.

Tag: korupsi e-ktp korupsi bakamla setya novanto kpk

Bagikan: