Satu Keluarga Hilang dalam Tragedi KM Sinar Bangun

Tim Editor

Proses evakuasi korban hilang KM Sinar Bangun (Twitter @Sutopo)

Jakarta,era.id - Tragedi tenggelamnya kapal motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba menyisakan kisah pilu. Bahkan satu keluarga yang terdiri dari suami-istri dan seorang balita berusia 2,5 tahun ikut menjadi korban.

Dilansir dari Antara, kabar hilangnya keluarga tersebut telah dikonfirmasi ke salah seorang anggota keluarganya. Ia adalah Turiah, ibu dari Sri Wahyuni (23) yang menjadi korban tenggelam KM Sinar Bangun di Danau Toba. Menantu Yudi Samsudin (30) dan cucunya Adil Pratama (2,5) ikut hilang dalam kejadian itu.

Turiah menceritakan dirinya yang terkejut ketika mengetahui anak dan cucunya menjadi korban dari tenggelam KM Sinar Bangun. Pasalnya, sang anak memberitahukan dirinya sebelum berangkat ke Danau Toba.

Turiah baru mengetahui kabar tenggelamnya KM Sinar Bangun dari keluarga menantunya di Sumatera Utara. 

"Saya terkejut dan tidak tahu apa-apa karena mereka pergi ke Danau Toba juga tidak pamit ke saya. Saya dapat kabar pagi ini," kata Turiah, Selasa (20/6/2018).

Turiah mengatakan pihak keluarga kini sudah pasrah terhadap nasib mereka. "Semoga mereka segera ketemu, kami sudah pasrah," katanya.

KM Sinar Bangun tenggelam saat berjalan ke pelabuhan Simanindo Lab. Samosir, Senin (18/6) pukul 17.15 WIB. 21 orang berhasil ditemukan selamat dari kejadian itu.

Hingga saat ini, proses pencarian penumpang kapal masih berlangsung. Pencarian melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD Samosir, BPBD Simalungun dan Pemkab Samosir. Tim gabungan tersebut menggunakan 3 kapal kayu milik Organisasi Perkapalan Simanindo (OPS) dan KMP Sumut I.

Tag: kecelakaan infrastruktur tenggelam

Bagikan: