Fredrich Tuding Dokter Michael Berniat Membunuh Novanto

Tim Editor

Kepala IGD RS Medika Permata Hijau, dokter Michael Chia Cahaya. (Agatha/era.id)

Jakarta, era.id - Terdakwa merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP, Fredrich Yunadi, menuding salah satu saksi yang pernah dihadirkan dalam persidangannya, yakni Kepala Dokter UGD RS Medika Permata Hijau dr.Michael Cahaya, telah melakukan politik kotor. 

Politik kotor yang dimaksud Fredrich adalah ketika Michael menolak untuk memeriksa terpidana Setya Novanto pada 16 November 2017 silam, ketika Novanto diduga mengalami kecelakaan di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan. Fredrich bahkan menuding Michael berniat untuk membunuh Novanto.

"Dokter Michael selaku kepala UGD RS Medika Permata Hijau justru dengan sengaja bersama-sama dengan perawat tidak mau menerima, tidak mau menolong, tidak mau memeriksa Setya Novanto. Bahkan mengusir keluar dari UGD untuk menunjukkan sikap tidak bersedia menolong pasien yang membutuhkan pertolongan," tuturnya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (22/6/2018).

"Dokter Michael dan perawat UGD telah melakukan konspirasi politik kotor, yang berusaha mencoba membunuh Ketua DPR RI Setya Novanto," sambungnya.


(Infografis/era.id)

Fredrich menuding Michael tidak profesional dalam melaksanakan tugas profesinya sebagai dokter untuk menolong orang lain, sesuai dengan sumpah. "Setiap dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu wujud tugas kemanusiaan," tuturnya.

Namun, dalam persidangan sebelumnya, Michael pernah bersaksi di dalam persidangan Fredrich bahwa dirinya menolak Novanto dengan beberapa alasan, salah satunya adalah karena ada permintaan Fredrich untuk membuat surat keterangan kecelakaan Novanto, padahal sosok Novanto belum sampai di UGD. 

Ia menolak permintaan Fredrich dengan alasan itu telah melanggar kode etik kedokteran, bahwa seseorang harus didiagnosis terlebih dahulu sebelum diputuskan akan dirawat inap atau tidak. Ia lantas mengatakan, kasus kecelakaan juga bukanlah sebuah diagnosis.

Baca Juga : Dokter Michael Menolak Bohong untuk Novanto

"Kecelakaan mobil juga bukan diagnosa medis. Kita diagnosa kalo pasiennya sudah ada misal lalu ada cedera mata, patang tulang. Diagnosa kan kondisi pasien saat itu," tutur dr.Michael di Pengadilan Tipikor, Kamis (22/3).

Menurutnya, permintaan Fredrich juga cukup aneh baginya. Pasalnya, Fredrich meminta surat keterangan kecelakaan dengan nada santai dan tenang, ketika kasus kecelakaan yang biasa dr.Michael hadapi, keluarga biasanya akan cenderung panik. "Keluarga pasien biasanya datang ke RS dalam kondisi panik. Lalu, bapak terdakwa dengan tenang meminta tolong buatkan keterangan kecelakaan mobil," tuturnya.

Jaksa KPK telah mendakwa Fredrich Yunadi sudah merekayasa perawatan Setya Novanto di RS Medika untuk menghalangi penyidikan KPK, yakni pada 16 November 2017 silam dengan membuat rekayasa kecelakaan lalu lintas oleh mobil yang ditumpangi oleh Novanto di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Tag: fredrich yunadi setya novanto korupsi e-ktp

Bagikan: