Saatnya Berpisah dengan Uang Rupiah Lama

Tim Editor

Ilustrasi (Abid Farhan Jihandoyo/era.id)

Jakarta, era.idFellas, buat kamu yang doyan menyimpan dan mengoleksi uang-uang lama, barangkali ini waktunya berpisah dengan mereka. Bank Indonesia (BI) memberikan imbauan agar masyarakat segera menukarkan uang rupiah kertas tahun emisi 1998 dan 1999.

Bukan apa-apa, sesuai peraturan BI Nomor 33/PBI/2018 yang substansinya berisi tentang pencabutan dan penarikan empat uang kertas dari peredaran memberi tenggat waktu penukaran uang hanya sampai 30 Desember 2018.

Kalau lewat dari masa tenggat, uang-uang tersebut bakalan enggak terpakai alias enggak laku. "Hak masyarakat untuk menuntut penukaran uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran tersebut (akan) hilang sejak 31 Desember 2018," kata Manajer Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan BI Provinsi Riau, Murdianto, dilansir Antara, Senin (25/6/2018).

Murdianto menjelaskan, penukaran uang dapat dilakukan di seluruh kantor perwakilan BI pada jam operasional, yakni 09.00 WIB sampai 12.00 WIB. "Bila uang tersebut masih dipegang, buruan ditukar," katanya.

Lebih lanjut, Murdianto menjelaskan, pecahan uang yang dimaksud BI adalah dua pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 tahun emisi 1998, serta dua uang kertas tahun edisi 1999 pecahan Rp50.000 dan Rp100.000. Uang kertas Rp10.000 itu bergambar muka Pahlawan Nasional Cut Nyak Dien. Sementara uang Rp20.000 bergambar Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara.

Lembar uang pecahan Rp50.000 bergambar muka Pahlawan Nasional WR Soepratman, pencipta lagu Indonesia Raya, dan pecahan Rp100.000 bergambar muka Proklamator Indonesia, Soekarno dan M Hatta. Uang kertas tersebut berbahan polymer atau plastik.

Uang rupiah lama yang tidak lama tak lagi berlaku (Foto: Bank Indonesia)

Tag: transaksi uang tunai bank indonesia

Bagikan: