Mengenal Apa Itu Terapi Stem Cell yang Bisa Menyembuhkan Berbagai Penyakit Berat

ERA.id - Crystalino David Ozora, korban penganiayaan Mario Dandy Satrio, telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama lebih dari 3 minggu.  Paman David, Rustam Hatala, menginformasikan bahwa David akan menjalani terapi stem cell demi mendukung serta meningkatkan kesadaran kognitifnya. Apa itu terapi stem cell?

Terkait kondisi David, Rustam menjelaskan bahwa kesadaran kuantitatif atau gerak motoriknya mengalami peningkatan, misalnya gerakan yang melibatkan otot kecil seperti tangan, jari, dan pergelangan tangan

"Kesadaran kualitatif (kognitif) masih terus berjuang, dan untuk support kesadaran kualitatif karena belum terlihat perkembangan yang signifikan, akan mulai dilakukan terapi stem cell," jelas Rustam, Kamis, 16 Maret 2023, melalui akun Facebook-nya.

Mengenal Apa Itu Terapi Stem Cell

Dikutip Era.id dari situs resmi Kemenkes, stem cell atau sel punca merupakan sel yang bisa berkembang menjadi berbagai jenis sel pada tubuh organisme. Salah satu sumber dari sel punca saat ini banyak dikembangkan untuk pengobatan adalah tali pusat pada bayi yang baru lahir.

Sel punca butuh perlakuan khusus untuk nantinya “dipanen” dan digunakan dalam terapi, misalnya dalam pengobatan pada gangguan kesehatan. Terapi stem cell atau sel punca berpotensi menyembuhkan berbagai jenis penyakit, termasuk penyakit berat.

Selain dari tali pusat bayi, ada beberapa sumber sel punca. Hal tersebut bisa dikategorikan dalam beberapa jenis.

1. Stem cell embrionik

 Ilustrasi stem cell embrionik (pixabay)

Sumber dari sel punca ini adalah embrio berusia 3—5 hari. Embrio merupakan sel yang terbentuk ketika sel telur wanita dibuahi oleh sperma. Sel embrionik bersifat pluripoten, yaitu bisa memperbanyak diri atau berkembang menjadi berbagai jenis sel di dalam tubuh. Oleh sebab itu, stem cell embrionik bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki jaringan atau organ tubuh yang rusak.

Meski demikian, pengekstrakan sel ini secara langsung dari embrio manusia yang dikembangkan di bawah mikroskop sehingga dianggap tidak etis. Oleh sebab itu, stem cell embrionik boleh dilakukan jika embrio tersebut adalah donasi dari pendonor.

2. Stem cell dewasa

Stem cell jenis ini terdapat pada jaringan tubuh orang dewasa, misalnya di sumsum tulang. Stem cell dewasa punya kemampuan yang lebih terbatas dibandingkan stem cell embrionik terkait kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel di dalam tubuh.

Sel punca jenis ini hanya bisa dikembangkan menjadi jenis sel yang sama sesuai asal atau sumbernya. Contohnya adalah sel punca dari sumsum tulang hanya bisa memproduksi sel darah.

Meski demikian, sejumlah penelitian mutakhir menunjukkan, sel punca dari sumsum tulang bisa membantu pembentukan sel tulang atau sel otot jantung. Namun, ini butuh penelitian lebih lanjut.

3. Sel dewasa dimodifikasi jadi stem cell embrionik

Peneliti telah berhasil mengubah sel dewasa biasa menjadi stem cell embrionik melalui teknologi genetic reprogramming. Sel dewasa diprogram ulang sehingga punya sifat yang sama dengan stem cell embrionik.

Ini memungkinkan penggunaan stem cell atau sel punca dari tubuh sendiri sehingga reaksi penolakan imun bisa dicegah. Meski demikian, efek sampingnya belum diketahui secara jelas.

4. Stem cell perinatal

Inilah yang telah dibahas pada bagian sebelumnya. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa sel punca dalam cairan ketuban dan tali pusat bayi juga memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel di tubuh organisme.

Manfaat Stem Cell

Stem cell bisa digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Dilansir situs resmi Kemenkes, pada pertengahan tahun 2021 RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) telah melakukan terapi stem cell terhadap ratusan pasien dengan berbagai jenis penyakit. Berikut adalah penyakit-penyakit tersebut.

·         Patah tulang gagal sambung

·         Defek tulang panjang

·         Defek tulang belakang

·         Kelumpuhan akibat cedera saraf tulang belakang

·         Osteoarthritis lutut

·         Lesi osteokondral

·         Degenerasi diskus tulang belakang

·         Spondiloarthrosis

·         Osteoporosis

·         Stroke

·         Gagal ginjal terminal pada anak

·         Diabetes melitus tipe 2

·         Kaki diabetes

·         Luka bakar dalam dan luas

·         Kebutaan karena glaukoma

·         Disfungsi ereksi

·         Multiple System Athropy (MSA)