Penyebab Hipertensi pada Anak, Faktor Resiko, dan Cara Pencegahannya

ERA.id - Hipertensi atau tekanan darah tinggi bukanlah masalah kesehatan yang hanya terjadi pada orang dewasa, namun anak-anak juga mengalami resiko yang sama. Lantas apa saja penyebab hipertensi pada anak?

Artikel ini akan membahas penyebab hipertensi pada anak, serta menggali faktor-faktor yang dapat memicu kondisi ini pada usia dini.

Dengan memahami penyebab hipertensi pada anak, akan sangat penting untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat guna memastikan kesehatan jangka panjang mereka.

Tekanan darah tinggi (hipertensi) pada anak-anak adalah tekanan darah yang berada pada atau di atas persentil ke-95. Tidak ada rentang target yang sederhana untuk tekanan darah tinggi pada semua anak karena apa yang dianggap normal berubah seiring pertumbuhan anak-anak.

Akan tetapi pada remaja, tekanan darah tinggi didefinisikan sama seperti pada orang dewasa dengan pembacaan tekanan darah yang lebih besar atau sama dengan 130/80 milimeter merkuri (mm Hg).

Penyebab Hipertensi pada Anak

Tekanan darah tinggi pada anak yang lebih muda seringkali terkait dengan kondisi kesehatan lain, seperti kelainan jantung, penyakit ginjal, kondisi genetik, atau gangguan hormonal.

Anak-anak yang lebih tua, terutama yang mengalami kelebihan berat badan, lebih mungkin mengalami hipertensi primer. Jenis tekanan darah tinggi ini terjadi sendiri, tanpa adanya kondisi yang mendasarinya.

Apa Saja Faktor risiko Darah Tinggi pada Anak?

Faktor risiko tekanan darah tinggi pada anak Anda bergantung pada kondisi kesehatan, genetika, dan gaya hidup. Berikut ini terdapat jenis hipertensi pada anak:

  1. Hipertensi primer (esensial)

Hipertensi primer terjadi dengan sendirinya, tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. Jenis tekanan darah tinggi ini lebih sering terjadi pada anak-anak berusia 6 tahun ke atas. Faktor risiko untuk mengembangkan hipertensi primer meliputi:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi
  • Menderita diabetes tipe 2 atau kadar gula darah puasa tinggi
  • Memiliki kolesterol tinggi
  • Mengonsumsi terlalu banyak garam
  • Beretnis Afrika atau Hispanik
  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Merokok atau terpapar asap rokok
  • Hidup secara tidak aktif
  1. Hipertensi sekunder

Sementara itu, hipertensi sekunder disebabkan oleh kondisi lain. Lebih umum terjadi pada anak-anak yang lebih muda. Penyebab lain tekanan darah tinggi meliputi:

  • Penyakit ginjal kronis
  • Penyakit ginjal polikistik
  • Masalah jantung, seperti penyempitan parah (koarktasio) aorta
  • Gangguan adrenal
  • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme)
  • Penyempitan arteri ke ginjal (stenosis arteri ginjal)
  • Gangguan tidur, terutama sleep apnea obstruktif
Komplikasi dan Pencegahan Hipertensi pada Anak (unsplash)

Komplikasi dan Pencegahan Hipertensi pada Anak

Anak-anak yang mengalami tekanan darah tinggi kemungkinan akan terus memiliki tekanan darah tinggi saat dewasa kecuali mereka mulai menjalani pengobatan. Jika tekanan darah tinggi anak Anda berlanjut hingga dewasa, anak Anda dapat berisiko mengalami beberapa komplikasi berikut:

  • Stroke
  • Serangan jantung
  • Gagal jantung
  • Penyakit ginjal

Tekanan darah tinggi dapat dicegah pada anak dengan melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Caranya adalah dengan mengontrol berat badan anak Anda, melakukan diet sehat rendah garam (natrium), dan mendorong anak Anda untuk berolahraga.

Selain itu, tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh kondisi lain terkadang dapat dikontrol, atau bahkan dicegah, dengan mengelola berbagai kondisi yang menjadi penyebab.

Selain penyebab hipertensi pada anak, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…