Cara Mengatasi Nyeri Asam Urat di Rumah dan Kapan Harus Berobat ke Dokter

ERA.id - Asam urat merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, dan ditandai dengan rasa nyeri yang luar biasa pada sendi. Rasa sakit ini dapat muncul secara tiba-tiba dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Artikel ini akan membahas berbagai cara untuk mengatasi nyeri asam urat yang bisa Anda lakukan di rumah.

Cara mengatasi nyeri asam urat

Dilansir dari webmd, nyeri asam urat dapat dikurangi dengan mengompres, istirahat, dan minum air putih, berikut penjelasannya:

  1. Mengompres dengan dingin

Jika nyeri asam urat tidak terlalu parah, cobalah kompres dingin pada sendi untuk mengurangi peradangan dan meredakan rasa sakit.

Bungkus es dengan handuk tipis dan tempelkan pada sendi  hingga 20 menit, lakukan beberapa kali sehari. Jangan  menempelkan es langsung ke tangan atau kaki jika Anda memiliki masalah saraf akibat diabetes atau penyebab lainnya.

  1. Istirahatkan sendi

Sebaiknya istirahatkan sendi sampai rasa sakit berkurang. Anda mungkin tidak ingin terlalu banyak menggerakkannya. Jika bisa, Anda dapat meninggikan sendi tersebut dengan menggunakan bantal atau penyangga lainnya.

  1. Minum air putih

Ketika tubuh kekurangan air, kadar asam urat Anda akan semakin tinggi. Untuk itu, tetap selalu terhidrasi untuk membantu menjaga kadar tersebut tetap normal.

  1. Perhatikan asupan makanan dan minuman

Makanan yang tinggi zat purin, seperti beberapa makanan laut, jeroan seperti hati, dan makanan berlemak, dapat semakin meningkatkan asam urat dalam darah Anda. Begitu juga dengan minuman berfruktosa dan alkohol terutama bir.

Konsultasikan selalu dengan dokter Anda saat mengalami serangan asam urat (unsplash)

Kapan harus konsultasi ke dokter?

Konsultasikan selalu dengan dokter Anda saat mengalami serangan asam urat. Terkadang, Anda perlu kontrol untuk memastikan rencana perawatan Anda berjalan dengan baik atau jika gejala Anda tidak kunjung membaik. Selain itu, hubungi dokter jika:

  • Ini adalah serangan pertama Anda dan ada beberapa kondisi lain, seperti infeksi sendi, yang memiliki gejala serupa dengan serangan asam urat.
  • Anda mengalami demam tinggi dan menggigil. Gejala serangan asam urat mungkin termasuk demam ringan, tetapi suhu yang lebih tinggi bisa jadi merupakan tanda infeksi.
  • Gejala Anda tidak membaik setelah 48 jam atau tidak hilang setelah sekitar satu minggu. Jika Anda tidak merasa lebih baik setelah beberapa hari, hubungi dokter. Mereka mungkin menyarankan pengobatan yang berbeda. Sebagian besar serangan asam urat akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu, bahkan tanpa pengobatan.

Dokter Anda mungkin akan meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti celecoxib, indometasin, meloksikam, atau sulindak.

Biasanya dokter juga akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi NSAID yang dijual bebas, seperti naproksen atau ibuprofen.

Selain itu, bergantung pada riwayat medis Anda, dokter Anda mungkin meresepkan steroid atau obat lain untuk mengurangi peradangan, seperti kolchisin (Colcrys).

Dalam beberapa kasus, Anda mungkin sudah mengonsumsi obat seperti kolchisin untuk mencegah serangan asam urat. Dokter Anda juga mungkin telah menyarankan beberapa obat berikut ini:

  • Allopurinol (Aloprim, Lopurin, Zyloprim)
  • Anakinra (Kineret)
  • Canakinumab (Ilaris)
  • Peglotikase (Krystexxa)
  • Probenesid (Probalan)
  • Rasburikase (Elitek)

Jika Anda tidak bisa mengonsumsi allopurinol atau itu tidak efektif, dokter Anda mungkin meresepkan febukoksostat (Uloric). Namun, obat-obatan tersebut harus digunakan dengan hati-hati karena telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung dan penyebab lainnya.

Selain menghilangkan nyeri asam urat, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…