Rocky Gerung: Jokowi Bukan Leader, Tapi 'Dealer'

ERA.id - Pengamat politik, Rocky Gerung menyebutkan sejumlah tipe pemimpin ideal versinya. Baginya, Jokowi tak termasuk kategori pemimpin ideal.

"Pemimpin ideal pertama-tama, paham tentang discourse dari sejarah bangsa ini, itu dasar pertama. Dia mesti paham kita menganut kedaulatan rakyat," kata Rocky lewat Youtube Fadli Zon Official dikutip Jumat (6/11/2020).

Menurutnya, karena menganut kedaulatan rakyat, maka keputusan tertinggi ada pada nilai kedaulatan, bukan pada hasil elektoral. Sebab elektoral hanya bersifat teknis. 

"Kekuasaan hari ini nggak paham itu. Jadi leader dia harus dituntun oleh dalil kedaulatan rakyat. Supaya dia bisa mengatasi pragmatisme-pragmatisme ini," katanya. 

Ia menilai saat ini Jokowi terjebak pada pragmatisme. Sehingga kedaulatan rakyat disingkirkan. Kedua, politik Indonesia tak bisa dipisahkan dari agama. Karena itu presiden harus paham moslem politics ada dalam kehidupan. 

"Keahlian presiden mestinya riding the wave of pluralism. Begitu presiden memberi sinyal yang mayoritas ini ancaman, dia nggak analisis lagi itu. Karena dia nggak tahu sejarah kan," kata Rocky.

Ia menilai kalau presiden tak tahu sejarah maka tak bisa berbuat adil. Ketidakmampuan berbuat adil dieksploitasi oleh oligarki, kepentingan politik untuk ambil 'gain' dari ketidakadilan. 

"Indonesia terbelah karena pengetahuan presiden tentang sejarah miskin. Itu bahayanya. Leader harusnya tidak begitu. Apakah presiden Jokowi sekarang leader? Nggak, dari rumusan tadi saya nggak anggap dia leader. Dia lebih sebagai dealer. Saya terangkan itu sebagai kata yang netral, karena dia deal aja, leader itu dia punya posisi," kata Rocky.