Pabrik Tahu Bandung Naikkan Harga Imbas Kedelai Mahal, Pemkot Turun Tangan

ERA.id - Kota Bandung adalah salah satu sentra perajin tahu. Tahu Bandung tersohor karena tekasturnya yang lembut dan sehat karena bahan kimia.

Melonjaknya harga kedelai memberikan efek domino bagi pengusaha-pengusaha tahu yang ada di Bandung. Guna memberikan solusi kelangkaan tersebut pemerintah Kota Bandung mengimpor 500 ton kedelai yang berasal dari Kanada.

Salah satu produsen tahu yang mengalami masa paceklik akibat kelangkaan kedelai adalah Tahu NJ. Kepada wartawan, kepala produksi Tahu NJ, Hana Hadiana mengatakan harga kedelai yang meroket sangat berpengaruh terhadap produksi tahu NJ, pasalnya permintaan yang tetap banyak sulit diimbangi dengan persediaan kedelai.

"Kendala yang kami rasakan adalah kenaikan harga kedelai lumayan besar, sebelumnya kita bisa mendapatkan harga kedelai 6.800 rupiah per kilogram, sekarang melonjak hampir 10ribu rupiah per kilogram," jelas Hana saat ditemui di Pabrik Tahu NJ Babakan Ciparay, Kota Bandung, selasa (5/1/2020).

Hana juga menerangkan, walau harga tahu dinaikan tetap saja tidak bisa menutupi ongkos produksi, apalagi dirinya mengaku tidak yakin jika harga tahu dinaikan dan dibebani kepada pembeli, tentu pelanggannya lebih memilih untuk tidak membeli tahu.

“Hari ini kita naikin, yang tadinya 400 rupiah per tahu, naik jadi 500 rupiah, lalu naik lagi 700 rupiah, sekarang 800 rupiah, kalau diperkirakan, ya hampir 18 persen kita naikkan,” kata Hana.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah meminta para importir kacang kedelai memprioritaskan bagi para pengrajin tahu dan tempe di Kota Bandung.

"Barusan sudah masuk 500 ton kacang dari Kanada, sedang diturunkan. Dengan harga jual mau partai besar atau kecil itu dari importir 9.100 rupiah per kilo untuk per hari ini," ucap Elly saat menyambangi pengrajin tahu NJ.

Menurut informasi dari Kementerian Perdagangan, sambung Elly, Tiongkok menambah kapasitas impor kacang kedelai dari Amerika Serikat menjadi dua kali lipat. Dari yang biasanya 15 juta ton menjadi 30 ton.

"Dari Tiongkok seharusnya bulan ini masuk, namun Kemarin sudah diborong oleh daerah lain, jadi kemungkinan bulan depan akan mengimpor ke Bandung, untuk itu mengisi kekosongan penyediaan makanya kami mendatangkan kedelai dari Kanada," katanya.