Gletser Antartika Patah, Bongkahan Es Hampir 3 Kali Luas DKI Jakarta

ERA.id - Dataran gletser bernama Brunt Ice Shelf di sebelah barat Antartika mengalami patahan besar pada Jumat, (26/2/2021), dan menciptakan bongkahan es dengan luas hampir tiga kali luas DKI Jakarta.

Berdasarkan laporan BBC, kawasan Brunt Ice Shelf merupakan bongkahan gletser yang telah memisahkan diri dan meluncur ke Laut Weddell, yaitu area tenggara di Samudera Atlantik.

Kemunculan patahan baru dikonfirmasi oleh alat-alat penelitian pada hari Jumat. Patahan tersebut menghasilkan bongkaan es dengan luas 1.270 kilometer persegi.

Citra area Brunt Ice Shelf di Antartika. (Foto: European Geophysics University)

Garis patahan terletak 20 kilometer dari stasiun penelitian the British Antarctic Survey (BAS). Pusat riset Antartika ini sudah tidak berpenghuni karena sudah dikosongkan sejak 2017, sehingga tidak ada korban dalam peristiwa patahan es ini.

Dalam beberapa saat ke depan, para ilmuwan akan mempelajari fenomena ini lewat citra satelit. Mereka berusaha memastikan bahwa patahan tidak menimbulkan instabilitas di daratan gletser, tempat BAS berada.

Prof Adrian Luckman, yang telah mengamati citra satelit atas kawasan Brunt di Antartika selama beberapa pekan terakhir, sudah memperkirakan bahwa bongkahan es baru bakal terjadi. Dan ia menyebut fenomena ini "sesuatu yang normal di gletser Antartika".

"Namun, peristiwa munculnya bongkahan besar seperti yang muncul di Brunt Ice Shelf tetaplah sesuatu yang langka dan menakjubkan," kata pakar dari Universitas Swansea itu, sambil menambahkan bahwa patahan sudah terdeteksi sejak lima tahun lalu.

"Dalam beberapa hari atau pekan ke depan, kita akan tahu apakah pembentukan bongkahan bakal menyebabkan munculnya bongkahan-bongkahan kecil," kata dia.

Halley VI Antarctic Research Station. (Foto: Wikimedia Commons)

Ukuran bongkahan yang tercipta di Brunt Ice Shelf terbilang besar. Namun, fenomena ini masih belum sanggup menyaingi bongkahan A68 yang terjadi pada Juli 2017 dari kawasan gletser Larsen C Ice Shelf di bagian barat Laut Weddell.  Ukuran bongkahan baru Brunt disebut-sebut hanya seperempat dari bongkahan A68.

Meski begitu, peneliti tetap akan terus menelusuri pergerakan Brunt karena bisa berisiko terhadap lalu lintas pelayaran.

Apakah fenomena ini disebabkan oleh perubahan iklim?

Berdasarkan laporan BBC, fenomena ini adalah peristiwa alamiah. Dataran gletser memiliki sistem untuk menciptakan keseimbangan baru, dan patahnya suatu bongkahan es adalah bagian dari sistem tersebut, mengimbangi akumulasi massa salju dan gletser yang membeku.