Sindir Menteri Jokowi Menang Digaya Doang, Rizal Ramli: Ngurusin Minyak Goreng dan Kedelai Nggak Becus, Payah!

ERA.id - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman sekaligus ekonom, Rizal Ramli mengomentari sebuah video viral yang memperlihatkan para emak-emak saling berebut minyak goreng di sebuah supermarket.

Dalam video yang diketahui terjadi di Jember, Jawa Timur, beberapa waktu lalu itu diketahui para emak-emak tampak berebut, berusaha mendapatkan minyak goreng.

Bahkan mereka saling sikut, senggol, berkerumun dan bahkan ada yang sampai terjatuh. Untuk harga minyak goreng yang dijual per liter adalah Rp14.000, berlaku untuk semua merek.

Menanggapi itu, Rizal Ramli menyindir menteri Jokowi yang disebutnya menang digaya saja. Namun, tak bisa menekan tinggginya harga minyak goreng dan kedelai di pasaran.

"Mas @jokowi, mentri2 menang di gaya doang. Ngurusin minyak goreng dan kedele aja ndak becus ! Bertindak dong,," kata Rizal Ramli.

Pria yang percaya diri untuk maju dalam Pemilihan Presiden 2024 itu lantas mengatakan bahwa tim ekonomi pemerintahan saat ini sangat payah.

"Ini team ekonomi paling payah ☹️," kata dia.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang berupaya menyelesaikan persoalan minyak goreng secara holistik dari hulu dan hilir melalui Permendag Nomor 6/2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng Sawit.

"Dari sisi hulu, pemerintah memberlakukan kebijakan domestic market obligation dan domestic price obligation. Kebijakan ini diharapkan bisa memecahkan masalah bahan baku. Sedangkan hilirnya, penetapan HET bisa mengurangi beban konsumen,” tutur Moeldoko, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (19/2/2022).

Implementasi kebijakan Kemendag tersebut, menurut Moeldoko, sudah berdampak pada ketersediaan dan stabilnya harga minyak goreng di pasaran, meski masih belum sesuai yang diharapkan.

Sebagai informasi, per 1 Februari 2022, pemerintah telah menetapkan HET minyak goreng dengan rincian, minyak goreng curah sebesar Rp11.500 per liter, kemasan sederhana Rp13.500 per liter, dan kemasan premium sebesar Rp14.000 per liter.

Pemerintah juga memberlakukan kebijakan DMO untuk seluruh produsen eksportir minyak goreng sebesar 20 persen dari volume ekspor masing-masing, DPO Rp9.300 per kilogram untuk CPO, dan Rp10.300 per kilogram untuk olein (hasil rafinasi dari CPO untuk bahan dasar minyak goreng).

Kami juga pernah menulis soal Rizal Ramli 'Pede' 2 Tahun Lagi Jadi Presiden Akan Batalkan IKN, Ruhut Sitompul: Bangun Jangan Mimpi Terus.. Kamu bisa baca di sini

Kalo kamu tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya!