Tukang Cukur Presiden RI dari Masa ke Masa: Cuma Mereka yang Berani Pegang Kepala Presiden!

Tim Editor

Ilustrasi tukang cukur (Museum Foto Belanda)

ERA.id - Mungkin hanya mereka orang di Indonesia, selain keluarga, yang berani memegang kepala Presiden RI. Siapakah dia? Tukang cukur tentunya. Profesi ini memang mengharuskan si pencukur mau tidak mau memegang kepala target yang hendak dipangkas rambutnya.

Dari masa ke masa presiden di Indonesia ternyata punya tukang cukur pribadi, yang setiap dibutuhkan akan melakukan pekerjaannya memegang kepala presiden untuk memangkas rambutnya.

Siapa saja mereka? Berikut ulasannya, seperti dirangkum dari berbagai sumber:

Pak Yos

Pak Yos dan Soeharto/Tribunnews

 

Pak Yos adalah tukang cukur Presiden Soeharto. Soeharto selalu menggunakan jasa Pak Yos mulai dari Soeharto menjabat sebagai Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) hingga menjadi Presiden RI.

Baca Juga : Jokowi Ikut Cukur Rambut Massal di Garut

Pak Yos adalah tukang cukur keliling yang sering mangkal dibawah pohon di jalan H Agus Salim. Setiap kali Soeharto ingin memangkas rambutnya, beliau memanggil Pak Yos untuk datang ke rumahnya di Jl Cendana. Walaupun banyak yang menyarankan agar Soeharto mengganti tukang cukurnya, namun beliau tidak mempedulikan anjuran orang lain dan tetap setia dengan Pak Yos.

Muhammad Nasim

Nasim dan Habibie/Jawa Pos

 

Presiden ke 3 RI, B.J. Habibie, selama bertahun-tahun dicukur oleh istrinya yaitu Ainun Besari. Setelah Ainun meninggal, Habibie kebingungan mencari tukang cukur yang tepat. Suyatim Habibie alias Timmy yang merupakan adik dari B.J.Habibie, lantas memperkenalkan Nasim kepada sang kakak. 

Saat itulah, Muhammad Nasim menjadi tukang cukur langganan Habibie. Sebelum Habibie meninggal, setiap dua bulan sekali, ajudannya menjemput Nasim untuk mencukur rambut Habibie. Setiap kali selesai mencukur Habibie, Nasim membawa pulang Rp500 ribu, lebih dari enam kali lipat ongkos mencukur di Pax Wijaya yang adalah tempatnya bekerja.

Yusuf Soebari

Gus/NU Online

 

Yusuf Soebari adalah tukang cukur yang memiliki tempat cukur Barber Shop International di lantai IV Blok II Pasar Senen, Jakarta Pusat. Gus Dur memilih Soebari karena tempat Yusuf Soebari tidak terlalu jauh dari kantor mantan Ketua Umum PBNU ini. Jarak Kantor PBNU dengan Pasar Senen tidak sampai dua kilometer.

Setelah Gus Dur diangkat menjadi Presiden, Gus Dur diharuskan menggunakan tukang cukur kepresidenan dan berhenti berlangganan dengan Yusuf. Namun saat Gus Dur lengser dari jabatan presidennya, beliau kembali berlangganan dengan Yusuf.

Agus Wahidin

Agus Wahidin dan SBY/Detik

 

Agus Wahidin jadi tukang cukur presiden setelah Susilo Bambang Yudhoyono baru enam bulan dilantik. Agus Wahidin berasal dari Kampung Parung, yang letaknya bersebelahan dengan Kampung Bantarjati.

Kedua kampung yang terletak di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi itu memang memang dikenal sebagai kampungnya tukang pangkas rambut. Sudah hampir 12 tahun SBY menggunakan jasa tukang pangkas Agus Wahidin.

Dulunya, Agus Wahidin jadi tukang potong rambut keliling di wilayah Pondok Pinang dan Pondok Indah pada 1988, lalu ia mendapat kepercayaan presiden seperti SBY.

Herman

Herman dan Jokowi/Twitter

 

Herman merupakan seorang tukang cukur yang berasal dari Kampung Bantarjati, Banyuresmi, Garut, Jawa Barat. Herman dipercaya menjadi tukang pangkas rambut orang nomor satu di negeri ini, sejak Presiden Jokowi masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Herman bekerja di Shortcut Barberia, Grand Indonesia, di mana Putra Bungsu Presiden Jokowi Kaesang Pangarep merupakan langganan tetap di Shortcut Barberia.

Tag: sejarah yang unik

Bagikan: