Kejam, Bocah SD di Deli Serdang Dibunuh Saat Belajar di Sekolah, Polisi: Pelaku Omnya Sendiri

| 09 Aug 2022 16:25
Petugas saat melakukan olah TKP, Kelas XI, Yayasan Baiti Jannati, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (9/8/2022). (Ilham/ERA).

ERA.id - Seorang murid Sekolah Dasar (SD) berinsial SR (12) mengembuskan nafas terakhir setelah dilarikan ke rumah sakit terdekat usai mengalami luka tusuk pada bagian perut, Selasa (9/8/2022).

SR ditikam seorang pria di dalam kelas saat mengikuti pelajaran di Yayasan Baiti Jannati, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Selasa pagi (9/8/2022).

Dari informasi yang diperoleh, pelaku mendobrak pintu kelas yang saat itu tengah dalam keadaan tertutup. Pelaku yang berhasil merangsek masuk kemudian menikam korban dengan pisau.

Kejadian itu sontak membuat seisi ruangan kelas menjadi mencekam. Korban yang sudah bersimbah darah seketika tewas setelah coba dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan pelaku berhasil melarikan diri usai melakukan aksi bejatnya.

Kapolsek Sunggal Kompol Chandra Yudha mengatakan pihaknya yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) langsung melakukan penyegelan kelas.

Dari hasil olah TKP, Chandra menyebut petugas menyita senjata tajam (sajam) yang digunakan pelaku untuk menikam korban.

"Di TKP kita mendapati sajam pisau yang diduga digunakan pelaku. Selain itu sepeda motor pelaku dan sendal pelaku yang tertinggal di lokasi," katanya kepada Era.id.

Lanjut Chandra, dari hasil penyelidikan pihaknya juga telah mengantongi identitas pelaku. Dia menyebut pelaku berinsial R yang merupakan paman dari korban.

"Pelaku om nya, berinsial R, saat ini lagi kita kejar. Mohon doanya," pungkasnya.

Sementara itu, Marthalena (49) selaku tante korban, menyebut sebelumnya korban sering mendapat ancaman dari pelaku.

"Bahkan beberapa bulan lalu korban pernah dicekik pamannya ini, di sekolah. Sekolah itu dekat rumah dia," katanya kepada Era.id.

Marthalena menduga motif pelaku tega membunuh korban lantaran memiliki dendam dengan keluarga korban.

"Tega kali dia membunuh, dendam sama orang tua nya, tapi yang kena anaknya," tambahnya.

Marthalena menyebut korban tinggal bersama ayahnya sedangkan sang ibu saat ini tengah berada di Malaysia. Dia sendiri tak menyangka pelaku menikami korban saat mengikuti pelajaran agama di sekolah.

"Lagi berdoa loh dia tikami, sungguh tega sekali," ujarnya.

Dia berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan memberi hukaman yang seberat-beratnya.

"Korban ini sering sekali diancam pelaku, dikasari pelaku. Jadi kami pihak keluarga berharap pelaku bisa dihukum seberat-beratnya," tukasnya.

Rekomendasi