Karhutla di Wisata Prioritas Danau Toba, Gubernur Edy: Jangankan Orang, Belalang pun Tak Mau Ke Sana Kalau Ada Api

| 11 Aug 2022 20:23
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat memberikan keterangan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Danau Toba, Kamis (11/8/2022). (Ilham/ERA).

ERA.id - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi angkat bicara soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda perbukitan objek wisata super prioritas Danau Toba yang terjadi beberapa hari belakangan ini.

Apalagi saat ini berdasarkan perhitungan Dinas Kehutanan Sumut karhutla telah membakar lahan mencapai 506 Hektare. Selain itu, pihak kepolisian Polda Sumut dan Polres Samosir juga telah mengamankan dua orang pelaku pembakaran.

Edy menjelaskan bahwa permasalahan karhutla di objek wisata Danau Toba ditenggarai perbedaan pemahaman masyarakat soal pembukaan lahan. Mantan Pangkostrad itu mengaku sudah berkali-kali menyosialisasikan dampak negatif yang timbul dari pembukaan lahan dengan cara dibakar.

"Pemahaman yang berbeda, itu sejak nenek moyang saya pak, kalau dibakar itu nanti akan hujan, airnya jernih dan bagus, tanah subur. Nah ini kita beri pemahaman itu rupanya sampai sekarang belum mengerti," kata Edy kepada wartawan di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan, Kamis (11/8/2022).

Edy sendiri memastikan pembukaan lahan dengan cara dibakar merupakan perbuatan yang salah hingga menyebabkan karhutla di perbukitan Danau Toba.

"Yang pasti itu salah. Tak bisa juga saya hukum Undang-undang, pasalnya sekian, tak bisa juga. Karena kita pahamnya yang berbeda, ini kita satukan adat istiadat kita, kebiasaan rakyat kita, sudah harus menyesuaikan," tambahnya.

Kendati Edy sendiri tidak menampik karhutla akan berdampak negatif pada angka kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke Danau Toba. Bahkan, kata Edy, jika api masih terus membakar perbukitan di kawasan Danau Toba akan menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung.

"Nah ini yang akan kita luruskan, apalagi saat ini di situ lokasi destinasi super prioritas, super super super prioritas. Orang tak akan datang kalau itu melihat tempat yang terbakar, jangankan orang belalang aja tak mau datang ke situ karena takut sama api, apalagi kita semua," pungkas mantan Ketua Umum PSSI itu.

Seperti diberitakan, luas cakupan karhutla di perbukitan dan sekitar Danau Toba di Kabupaten Samosir mencapai 506 hektar. Karhutla tersebut membakar lahan di sebanyak 15 lokasi di Kabupaten Samosir.

Diantaranya Turpuk Sihotang, Taman PPK Hutan Pinus, Sorsor Dolok Harian, Sipitu Dai, Simullop Huta Ginjang. Selanjutnya, Simpang Gonting, Simarsasar, Samping SMK Negeri 1 Harian, Pertungkoan Salaon Dolok, Menara Pandang Tele, Garoga Simanindo, Buntu Mauli Sitio 2, Tele, Jungak, dan Arsam Sekolah Sianjur.

Rekomendasi