Disdik Kabupaten Bogor Investigasi Kasus Bullying Siswa SD Kelas 1 Sekolah Primary School, Hasilnya Mengejutkan

| 14 Feb 2023 13:40
Disdik Kabupaten Bogor Investigasi Kasus Bullying Siswa SD Kelas 1 Sekolah Primary School, Hasilnya Mengejutkan
Ilustrasi perundungan (Dok. Antara)

ERA.id - Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor angkat suara terkait kasus bullying yang menimpa anak kelas 1 di di Tugasku Primary School di kawasan Jalan Pangrango 3 nomor 7-11 Kampung Pajeleran Gunung Rt  01 Rw 7, Kelurahan Sukahati, Cibinong, Kabupaten Bogor berinisial DM.

Humas Disdik Kabupaten Bogor Ikbal mengatakan perihal informasi dugaan kasus bullying di sekolah tersebut telah dilakukan kunjungan dan pembinaan oleh Kepala Seksi Kurikulum dan Kelembagaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Dari hasil klarifikasi pihak sekolah yang disampaikan, kejadian tersebut merupakan terjadi ketika peserta didik sedang bermain.

"Adapun dari hasil paparan kronologis pihak guru kelas, pihak sekolah telah melakukan pemanggilan kepada orang tua murid-murid untuk menjelaskan bagaimana kronologis," kata Ikbal dalam keterangannya, Selasa  (14/02/2023).

Namun, lanjut Ikbal, pihak sekolah menampik dugaan kasus bullying tersebut dikarenakan dari pihak orang tua tidak ada yang mengakui bahwa itu kasus bullying.

"Akan tetapi, untuk menyikapi hal ini, dinas pendidikan akan melakukan evaluasi dan pembinaan kepada lembaga tersebut melalui pengawas di wilayah," ucap Ikbal.

Salah satu anak kelas 1 SD di Tugasku Primary School di kawasan Jalan Pangrango 3 nomor 7-11 Kampung Pajeleran Gunung Rt  01 Rw 7, Kelurahan Sukahati, Cibinong, Kabupaten Bogor menjadi korban bulliying oleh sesama temannya.

Akibat dari peristiwa tersebut, si anak yang diketahui berinisial DM  mengalamai psikomatik. Tak hanya psikomatik DM juga mengalami psikotraumatis atas kejadian bullying yang dia terima di sekolah.

Selain itu, DM juga mengalami luka fisik di sekujur tubuhnya dari mulai benjolan di kepala, pipi yang lebam. Korban juga ditendang ditulang keringnya sampai luka terbuka.

"Jadi peristiwa bullying sendiri terjadi sejak 6 bulan yang lalu saat anak saya baru pertama kali masuk sekolah," kata orang tua DM, Andini Dewi saat ditemui  di bilangan Taman Kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor belum lama ini.

Menurut Andini, peristiwa bullying sering terjadi pada anaknya. Bahkan DM pernah disekap dan dikurung dikamar mandi oleh tiga orang temannya. Hingga akhirnya DM mengalami trauma dan sampai sekarang jika di kamar mandi tak mau sendiri.

"Jadi dari hasil pemeriksaan DM diagnosis mengalami gangguan somatisasi dengan kecemasan," ucap Andini.

Andini juga mengungkapkan tak hanya bullying fisik, anaknya DM pada tanggal 3 desember 2022 mendapatkan bullying verbal dan intimidasi dari pihak guru pendamping hingga akhirnya pihak sekolah meminta maaf.

"Jadi harus ada klarifikasi yang terbuka kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten dan orang tua murid yang lain mengenai fakta kejadian yang sebenarnya mengenani kasus anak saya ini," tutup Andini.

Rekomendasi