Menhub: Pelabuhan Merak Dipastikan Siap Hadapi Mudik Lebaran 2023

| 12 Mar 2023 19:00
Menhub: Pelabuhan Merak Dipastikan Siap Hadapi Mudik Lebaran 2023
Menhub Budi Karya Sumadi meninjau Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. (Muhammad Iqbal)

ERA.id - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi memastikan Pelabuhan Merak siap menghadapi masa mudik Lebaran 2023. Berbagai langkah antisipasi dilakukan agar lalu lintas penyeberangan Merak-Bakauheni tetap aman dan terkendali.

Budi menyampaikan, berdasarkan hasil survei Litbang Kemenhub, diprediksi pada angkutan Lebaran 2023 akan terjadi lonjakan pengguna jasa. Dengan jumlah mencapai 123,8 juta atau hampir 50 persen total populasi penduduk Indonesia

"Pada Lebaran 2022, Pelabuhan Merak terjadi kepadatan kendaraan roda empat yang mencapai 37 ribu atau 30 persen lebih banyak dari masa Lebaran 2019 sebelum pandemi. Oleh karena itu, penyeberangan Merak-Bakauheni menjadi moda transportasi favorit bagi masyarakat untuk mudik," ujarnya, Minggu (12/3/2023).

Budi menuturkan lonjakan pemudik diprediksi akan lebih tinggi dibandingkan dengan Lebaran 2022, maka persiapannya harus dilakukan sejak dini. "Persiapan dan koordinasi kami lakukan sejak dini dan Insyaallah, pelaksanaannya akan lebih baik dari tahun lalu," katanya.

Budi menjelaskan, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk memastikan volume to capacity ratio (V/C Ratio) atau perbandingan antara jumlah penumpang dan kendaraan dengan kapasitas pelabuhan, masih dalam batas wajar dan terkendali yaitu kurang dari 0,8.

"Tadi dalam pembahasan V/C ratio akan berupaya ditekan serendah mungkin. Karenanya, akan dilakukan simulasi-simulasi secara rutin untuk memastikan target itu tercapai," ucap dia.

Budi menambahkan sejumlah langkah dan kebijakan akan dilakukan agar lonjakan pergerakan penumpang dan kendaraan tetap bisa terkendali. Seperti, menyiapkan penambahan dermaga alternatif untuk memecah kepadatan di tujuh dermaga yang ada di Pelabuhan Merak.

"Kami siapkan lima dermaga di Pelabuhan Ciwandan dan satu dermaga di Pelabuhan Indah Kiat, Banten," ucap dia.

Lalu, sosialisasi terkait pembelian tiket secara daring lebih awal atau minimal satu hari sebelum keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan.

"Kalau membeli tiketnya di hari keberangkatan maka ASDP akan mengenakan harga yang lebih tinggi," katanya.

Langkah berikutnya yang tengah dipersiapkan yakni buffer zone atau tempat pengendapan kendaraan, yang akan dibangun di tol arah Merak KM 97 yang diharapkan dapat mencegah terjadinya kepadatan di area pelabuhan. Tempat ini, lanjutnya, selain berfungsi sebagai tempat istirahat juga berfungsi sebagai tempat screening untuk memastikan penumpang telah bertiket.

Rekomendasi