Kapolrestabes Makassar yang Baru Diwariskan Kasus Begal yang Meresahkan

| 11 Apr 2023 10:36
Kapolrestabes Makassar yang Baru Diwariskan Kasus Begal yang Meresahkan
Kapolrestabes Makassar yang baru, Kombes Mokhamad Ngajib.

ERA.id - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Makassar menyentil Kapolrestabes Makassar yang baru, Kombes Mokhamad Ngajib, agar berkomitmen menjaminan keamanan masyarakat sipil.

Ngajib menggantikan posisi Kombes Budhi Haryanto yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kerja Sama dan Pengabdian Masyarakat STIK-PTIK.

Advokat Publik LBH Makassar Andi Haerul menyebut, ada sejumlah pekerjaan rumah yang belum mampu dituntaskan Kapolres sebelumnya.

“Untuk Kapolrestabes Makassar yang baru, satu soal keamanan kota Makassar. Saat ini, Makassar ada banyak kasus soal begal, panah, nah itu yang harus diselesaikan. Karena, kemarin Kapolrestabes sebelumnya punya catatan soal ini. Punya pekerjaan rumah (PR),” kata Haerul saat dikonfirmasi, Selasa (11/4/2023).

Selain kekerasan jalanan, LBH juga mengingatkan supaya kapolres bisa menindak kelompok-kelompok intoleran maupun organisasi masyarakat yang bertindak semaunya.

“Belum lagi soal komunitas atau ormas-ormas yang kemarin berdasarkan berita punya afiliasi dengan kasus kekerasan yang terjadi,” tegas Haerul.

Pejabat polisi yang baru juga mesti menjamin keamanan dalam penyampaian aspirasi bagi masyarakat sipil. Ia menyinggung soal kasus represi yang dialami tiga mahasiswa yang berdemonstrasi di Jalan AP Pettarani depan Universitas Negeri Makassar, hingga ditetapkan sebagai tersangka.  

“Misalnya, kasus UNM. Di sini, kemarin ada beberapa kelompok masyarakat atau massa yang tidak dikenal melempar bom molotov. Sampai misalnya pelepasan panah, itu tidak diproses hukum. Yang diproses ini malah mahasiswanya,” ucap Kepala Divisi Hak Sipil dan Politik LBH Makassar ini.

Dalam prosesi penyambutan, Senin (10/4/2023) kemarin, Kombes Mokhamad Ngajib berjanji untuk melanjutkan semua yang sudah dibuat pendahulunya. “Ini yang akan saya teruskan dan tentunya nanti akan saya tegaskan terkait dengan kolaborasi sinergi dengan semua elemen masyarakat,” imbuh Ngajib.

Rekomendasi