Simpatisan Ganjar di Makassar Ngamuk karena Duit Rp10 Ribu, TPD Sulsel Merespons

| 01 Feb 2024 16:37
Simpatisan Ganjar di Makassar Ngamuk karena Duit Rp10 Ribu, TPD Sulsel Merespons
Simpatisan Ganjar Pranowo di Makassar yang marah karena cuma diberi uang Rp10 ribu. (Tangkapan layar)

ERA.id - Seorang simpatisan calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mendadak viral karena memprotes uang transportasi kampanye yang dijanjikan tim Ganjar-Mahfud.

Kampanye yang dihadirinya digelar di UpperHills Convention Hall, Jl. Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Mariso, Makassar, Sulsel, pada Selasa (30/1) silam.

Dalam video viral yang dilihat ERA, seorang simpatisan perempuan mengaku kecewa karena hanya diberi uang sebesar Rp10 ribu oleh panitia penyelenggara, sementara sebelumnya mereka dijanjikan uang transportasi sebesar Rp50 ribu per orang.

Mereka juga mengeluh karena sudah menghabiskan banyak waktu berkampanye, namun hasilnya tidak sesuai yang dijanjikan. "Sepuluh ribu guys kampanye di UpperHills Makassar, sepuluh ribu eh. Prabowo Rp 50.000," ucapnya sambil memegang uang Rp10 ribu dan kaos Ganjar-Mahfud berwarna hitam.

Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Provinsi Sulsel, Udin Sahputra Malik merespons bahwa memang tak ada uang transportasi yang diberi ke relawan.

Relawan cuma diberi voucher Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mengisi bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). "Daripada tidak ada sama sekali," kata Udin, Rabu (31/1).

Ia juga menyampaikan, saat memesan voucher BBM, pihak SPBU tidak mampu mencetak ribuan voucher dalam waktu singkat, sehingga mereka memutuskan memberi uang tunai kepada ketua satuan relawan. "Hitungannya kan kalau 2 liter 1 motor, satu motor 2 orang seperti itu," jelasnya.

Namun, dr. Udin menegaskan, relawan yang benar-benar ikut rapat dan briefing sebelum kegiatan kampanye tidak mengajukan protes.

Menurutnya, relawan yang terlibat dalam briefing telah mendapatkan informasi yang memadai dan kehadiran mereka bukan karena motif bayaran.

"Relawan yang ikut briefing semua tahu karena memang di grup-grupnya itu sudah dijelaskan bahkan ada yang bilang tidak dibayar pun kita datang untuk lihat Pak Ganjar. Makanya kita percaya diri bahwa massa yang kita datangkan ini bukan massa bayaran," pungkasnya.

Rekomendasi