Kisah Pegi Setiawan dalam Jeruji Besi hingga Diberi Tasbih dari Orang yang Biasa Dipanggil Arab

| 09 Jul 2024 14:00
Kisah Pegi Setiawan dalam Jeruji Besi hingga Diberi Tasbih dari Orang yang Biasa Dipanggil Arab
Pegi Setiawan seusai keluar dari rutan Polda Jabar (Era.id/Reza Deny)

ERA.id - Pegi Setiawan telah resmi bebas dari status tersangka dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di kawasan Cirebon pada 2016. Kebebasan Pegi ini merujuk pada putusan hakim tunggal Eman Sulaeman pada sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (8/7/2024).

Setelah mendapat putusan dari hakim PN Bandung, pada pukul 21.40 WIB, Pegi keluar dari Gedung Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda Jabar dan langsung menemui awak media.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan rasa bahagia dan terima kasih kepada khalayak yang telah mendukung dan mendoakan dirinya.

Kemudian, Pegi bersama tim kuasa hukumnya bergegas masuk ke dalam mobil untuk menuju posko atau rumah penginapan tim kuasa hukum di Kota Bandung.

"Alhamdulillah bisa kembali berkumpul sama teman-teman dan keluarga. Sebelum ditangkap kan saya sering berkumpul," kata Pegi, Selasa (9/7/2024).

Selama di Kota Bandung, ia berencana untuk menghabiskan waktu bersantai sembari menunggu arahan dari tim kuasa hukum. Terkait kondisi kediamannya di Cirebon, Pegi belum banyak mengetahui.

"Saya belum tahu jelas keadaan di sana, mungkin kuasa hukum yang tahu," ujarnya.

Pegi lantas menceritakan pengalamannya selama mendekam di jeruji besi Polda Jabar. Dia mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga selama ditahan, mulai dari beradaptasi hingga berkomunikasi dengan penghuni rumah tahanan (rutan).

"Alhamdulillah semua berjalan lancar tidak ada keributan atau canggung," kata dia.

Selama menjadi tahanan, Pegi menyebut dirinya dan penghuni rutan lain selalu melakukan apel pagi dan dilanjutkan dengan makan bersama. Bahkan, Pegi juga bersenda gurau sampai merasakan kesedihan bersama.

"Tidur bareng, nanti siang bangun untuk salat bareng-bareng," ujarnya.

Saat ditanya mengenai tasbih berwarna hijau dengan kombinasi putih yang selalu dibawanya, Pegi menyebut tasbih itu merupakan kenang-kenangan dari penghuni blok C3.

Berdasarkan pengakuan Pegi, penghuni blok C3 itu biasa dipanggil Arab karena tampangnya seperti keturunan Arab. Pegi bercerita Arab memintanya agar selalu berzikir menggunakan tasbih itu agar semakin dekat dengan Allah.

"Saya hargai pemberian ini, saya bawa ini biar keberkahan yang selalu saya bacakan ini sampai kepada orang yang memberi (tasbih) tersebut," kata Pegi.

Ia menambahkan hal yang paling dia rindukan selama menjadi tahanan yakni kekompakan. Sebab, sebelum masuk ke penjara, Pegi beranggapan saat berada dalam jeruji besi bakal terjadi keributan dan lainnya.

Namun, ketika masuk ke sana, anggapan Pegi tidak terjadi. Bahkan, setelah keluar, Pegi mengaku keimanannya semakin bertambah, lebih percaya kepada Allah, dan lebih dewasa menyikapi semua permasalahan.

"Itu adalah hal yang paling saya inget dan kangenkan," kata Pegi Setiawan menutup perbincangan.

Rekomendasi