ERA.id - Marbot Masjid 99 Kubah di Kota Makassar sering telat terima gaji. Gajinya dibayar tiga bulan sekali oleh Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Walau anggaran yang disiapkan besar, keterlambatan itu terasa menyesakkan. Dalam laman Inaproc, Pemprov Sulsel menganggarkan Rp894.008.232 untuk diberi kepada tenaga kebersihan masjid.
Kepada ERA, si marbot mengaku kalau dia tak bekerja sendiri. Total marbot di Masjid 99 Kubah Makassar ada 25 orang. Tujuh orang perempuan dan 18 pria.
Semuanya dibagi menjadi dua kelompok dengan sistem dua hari kerja dua hari libur dan menjaga masjid dilakukan secara bergantian alias sesuai shift.
Empat orang marbot mendapat gaji dari pengurus masjid sebesar R2 juta per bulan sementara 21 orang digaji sekisar Rp3,6 juta per bulan dari UPT CPI.
Secara matematis, angkanya sudah masuk akal. Mengingat tolal anggaran dibagi 12 bulan lalu nilai yang didapat dibagi lagi untuk 21 orang marbot.
"Di sini ada sebutannya untuk marbot pak, namanya itu 'Marbot Sabar' karena gajiannya tiap tiga bulan," terang Si Marbot kepada ERA, Kamis (23/4/2026).
Untuk mengonfirmasi terkait anggaran dan teknis pengelolannya, ERA bertanya kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang, Astina. Namun dia tak menjawab secara gamblang.
"Hubungi Kepala UPT CPI," terangnya, Selasa (14/4/2026) silam.
Itu senada dengan Kepala UPT CPI, Andi Aminuddin, Kadis Diskominfo-Statistik dan Persandian (SP), Muh Salim Basmin. Keduanya sejak pekan lalu sampai hari ini tak menjawab pertanyaan yang diajukan.
Masalah plafon bocor
Tak sampai di situ saja. Keluhan pernah datang juga dari Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid. Dia menyoroti plafon Masjid 99 Kubah yang masih bocor saat hujan turun.
Perbaikannya juga dinilai tak sempurna padahal Pemprov Sulsel menghabiskan anggaran Rp4,5 miliar tahun anggaran APBD 2025.
"Ada banyak keluhan dari jamaah yang kami terima setelah saya salat Jumat di masjid itu. Mereka menyampaikan langsung keluhan kebocoran dan kondisnya saat hujan deras turun," tutur Kadir 5 Maret 2026 silam.
Pernah, dalam rapat dengar pendapat (RDP), dampak kebocoran diungkap. Jemaah banyak yang mengeluh dan terganggu, karena genangan bisa masuk ke dalam masjid.
Rehabilitasinya yang kurang sempurna itu diperparah dengan munculnya titik kebocoran baru di atas atap, merembes ke plafon, lalu airnya turun ke dalam masjid.
Kadir penah bilang, kontraktor jangan asal bekerja dan mesti dievaluasi, sehingga anggaran negara yang dikeluarkan tidak terbuang percuma.
Dikutip dari laman datalpse.com, rehabilitasi kubah utama Masjid Kubah 99 di Kota Makassar dengan kode lelang 10072613000, unit LPSE Provinsi Sulawesi Selatan, satuan kerja Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang dengan Pagu Rp4,8 miliar, anggaran APBD 2025 mulai 27-29 Agustus 2025 telah selesai.