Besok, DPR Korek Misteri Tewasnya Istri Polisi dengan Luka Tembak di Medan

| 10 Aug 2026 06:07
Besok, DPR Korek Misteri Tewasnya Istri Polisi dengan Luka Tembak di Medan
Pistol. (Antara)

ERA.id - Kasus tewasnya WL (35), mantan istri anggota Polri di Medan, yang ditemukan tewas dengan luka tembak dan disebut bunuh diri itu, direspons Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.

Dia pun mendesak Polda Sumatera Utara dan Polresta Medan mengusut kasus itu secara transparan.

"Mengingat adanya keraguan dan kejanggalan yang dirasakan oleh pihak keluarga korban," kata Habiburokhman dalam keterangan videonya diterima di Jakarta, Sabtu silam.

Ia meminta aparat tak menutup fakta dalam proses penyelidikan dan penyidikan serta tidak mengambil kesimpulan secara terburu-buru sebelum seluruh fakta dan bukti terungkap.

"Jangan ada sedikit pun fakta yang ditutup-tutupi dan jangan membuat kesimpulan yang sembarangan apalagi tergesa-gesa. Proses penyelidikan dan penyidikan harus dilakukan secara objektif, profesional, serta berbasis pendekatan ilmiah," ujar dia.

Habiburokhman menegaskan Komisi III DPR RI akan mengawal proses penanganan perkara tersebut untuk memastikan penyelidikan dan penyidikan berjalan sesuai prinsip objektivitas dan profesionalitas.

Selain itu, Komisi III DPR RI akan memanggil Polda Sumatera Utara, Polresta Medan, dan keluarga korban dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang dijadwalkan pada Selasa (11/8/2026) besok demi memperoleh penjelasan secara langsung mengenai perkembangan penanganan perkara.

Tewas dalam toilet

WL ditemukan tewas di sebuah rumah di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan. Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan pada Senin pekan lalu mengatakan penyebab pasti kematian korban masih diselidiki Polrestabes Medan.

Ferry menjelaskan, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut juga mendalami rangkaian peristiwa yang melibatkan Brigadir IH, personel Polsek Medan Sunggal.

Berdasarkan informasi awal, korban datang ke rumah mantan suaminya, Brigadir IH, untuk meminta rujuk. Setelah pulang berdinas, IH meletakkan pistol dinas di atas meja sebelum beristirahat.

Saat terbangun, kata Ferry, Brigadir IH mendapati tas tersebut dalam keadaan terbuka dan pistolnya hilang. Brigadir IH kemudian mencari keberadaan senjata api itu dan mengetahui korban berada di dalam kamar mandi yang terkunci dari dalam.

Petugas selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara, sedangkan jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan untuk penanganan lebih lanjut.

Polda Sumut menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab kematian korban serta rangkaian peristiwa yang terjadi.

Rekomendasi