ERA.id - Seorang pegawai kontrak membakar ruang rapat Diskominfo Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Selasa (11/8) silam. Motifnya karena tersangka MFA kesal sebab sering diejek rekan kerjanya dan difoto secara diam-diam.
Kasus ini sudah diselidiki kepolisian. Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang, di Tenggarong, Rabu kemarin mengaku, pada hari kejadian, MFA datang ke kantor pada pagi hari sebelum jam kerja seperti karyawan biasanya.
Tak seperti biasanya, dia membawa sebuah botol plastik 1.500 ml yang terisi Pertalite. MFA lalu naik ke lantai tiga, memasuki ruang rapat, lalu menyiramkan bahan bakar di area belakang pintu sebelum menyalakannya menggunakan korek api. Api mulai terlihat sekitar pukul 07.20 WITA, membakar bagian belakang pintu dan sejumlah peralatan di dalam ruangan.
“Salah satu saksi melihat MFA berlari menuruni tangga setelah api menyala sambil membawa wadah yang sebelumnya digunakan untuk membawa bahan bakar,” ujar Elnath.
Saksi lain menyebut MFA sempat menekan tombol emergency di depan ruang IKP sebelum meninggalkan lokasi.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.30 WITA setelah petugas dan masyarakat melakukan upaya pemadaman.
Usai pemadaman, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Identifikasi Satreskrim Polres Kutai Kartanegara mengamankan rekaman dari tiga kamera CCTV yang terpasang di sekitar lokasi, bersama barang bukti lain seperti sisa material terbakar, satu galon air mineral berkapasitas 19 liter, dan satu botol kapasitas 1500 ml yang masih berisi sekitar satu liter Pertalite.
Polisi menduga tindakan tersebut telah direncanakan sejak malam sebelumnya. Polisi telah menahan terduga pelaku dan memeriksanya.
Polisi juga masih mendalami rangkaian kejadian dan motif tersangka, termasuk keterangannya soal sering difoto secara diam diam dan dijadikan bahan ejekan oleh sejumlah orang di lingkungan kantor.