Hujan Seharian, Mandailing Natal Diterjang Banjir dan Tanah Longsor

| 19 Dec 2021 08:43
Hujan Seharian, Mandailing Natal Diterjang Banjir dan Tanah Longsor
Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution saat meninjau banjir (Dok. BPBD Madina)  

ERA.id - Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), selama kurang lebih 24 jam menyebabkan 13 kecamatan terendam banjir.

Informasi dari BPBD Kabupaten Mandailing Natal, kecamatan yang terendam banjir yakni Kecamatan Natal, Ranto Baek, Lingga Bayu, Batang Natal, Panyabungan, Hutabargot, Sinunukan, Panyabungan Barat.

Selanjutnya, Panyabungan Timur, Panyambungan Utara, Naga Juang, Nagajuang, Panyabungan Selatan, dan Kecamatan Siabu.

Akibatnya, seribuan rumah terendam banjir dan dua jembatan gantung penghubung hanyut.

Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan, banjir merendam pemukiman warga setelah debit air di Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Natal meluap.

"Benar, sebagian wilayah terendam banjir sepinggang orang dewasa, setelah hujan yang mengguyur seharian dan sungai meluap," kata Atika saat dikonfirmasi, Sabtu (18/12).

Dia mengatakan, setelah mendapat informasi belasan kecamatan terendam banjir, ia dan Forkopimda Madina memantau lokasi banjir di Desa Huta Godang dan Muara Batang Angkola di Kecamatan Siabu.

Menurutnya, sebelum meninjau di Desa Huta Godang, rombongan sempat bergerak ke kecamatan di wilayah pantai barat yang juga terendam banjir. Saat diperjalanan, rombongan akses jalan terputus akibat tertutup material longsoran.

"Terdapat satu titik longsor dan tidak bisa dilewati, sehingga rombongan terpaksa putar balik ke daerah Panyabungan," jelasnya.

Atas kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menetapkan status darurat bencana banjir dan longsor. Status itu berlangsung selama 14 hari mulai dari 18 hingga 31 Desember 2021 yang ditetapkan dalam surat keputusan Bupati Madina Nomor 360/0947/K/2021. 

Wakil Bupati perempuan termuda di Indonesia ini mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan mengantisipasi bencana yang diakibatkan oleh hujan yang berkepanjangan.

"Bencana alam ini betul-betul menjadi atensi dari seluruh Forkompinda. Kami meminta agar masyarakat tetap siaga dalam mengantisipasi," pungkasnya.

Rekomendasi