Tinjau Kampung Jeruk di Karo, Jokowi: Tidak Kalah dengan Jeruk Impor

Tim Editor

Presiden Joko Widodo (Dok. BPMI)

ERA.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memenuhi janjinya kepada perwakilan warga Liang Melas Datas, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), yang mengadu ke Istana dengan membawa jeruk.

Didampingi pejabat daerah seperti Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Bupati Karo Chory Sriwaty, Pangdam 1 Bukit Barisan dan Kapolda Sumut, melintasi jalanan kampung warga menuju perkebunan jeruk milik warga, Jumat (4/2/2022).

Ruas jalan sekitar 2 kilometer yang akan dilintasi Presiden Jokowi dan rombongan sudah dipadati warga baik kaum ibu, bapak-bapak, remaja dan anak-anak berbaris di pinggir jalan sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya, menyambut kedatangan Jokowi.


Beberapa muda mudi berbalut pakaian adat Karo menari sambil memegang piring berisi buah jeruk sebagai simbol begitu suburnya tanah yang akan dijajaki Presiden. Sorak sorai pelajar berpakaian Pramuka memanggil-manggil nama Jokowi dengan bendera merah ditangan.

"Pak Jokowi.. Pak Jokowi..," teriak mereka kegirangan desanya disambangi orang nomor satu di Indonesia itu.

Menaiki mobil Landcruiser berbendera merah putih, Presiden seperti biasa selalu melemparkan senyum sambil melambaikan tangan kepada warga yang dilintasi.

Mertua Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution itu bahkan meminta untuk berhenti untuk menyapa warga yang telah menunggunya. Ia meminta Paspampres membagikan lusinan buku tulis kepada siswa.

Sekitar 20 menit mantan Wali Kota Solo itu berada di kebun jeruk warga. Buah jeruk yang dihasilkan kebun yang dilihat oleh Presiden Jokowi ini sebelumnya telah sampai ke Istana Negara. Dibawa oleh perwakilan masing-masing desa yang meminta agar akses jalan menuju kampung penghasil jeruk itu diperbaiki.

“Kita harapkan dengan adanya perbaikan jalan produksi ini, struktur biaya menjadi terutama untuk ongkos logistik, biaya logistik menjadi jatuh, akhirnya jeruknya bisa dikirim ke semua kota dengan harga yang kompetitif, tidak kalah dengan jeruk-jeruk impor,” ungkap Presiden.

Selain menurunkan biaya logistik, perbaikan jalan produksi juga dinilai akan meningkatkan keuntungan bagi para petani. Oleh karena itu, pemerintah akan terus berupaya memperbaiki jalan-jalan produksi sehingga harga komoditas dalam negeri menjadi lebih kompetitif.

“Sudah dihitung oleh Menteri PU tadi kita butuh kira-kira 40 ribu kilometer jalan-jalan produksi yang memang harus kita perbaiki, kita bangun, agar struktur biaya, terutama biaya logistik menjadi jatuh di harga yang betul-betul normal,” tuturnya.

Presiden Jokowi juga telah menginstruksikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno untuk memperbaiki kemasan dan citra dari setiap komoditas yang dihasilkan para petani di Tanah Air sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Saya minta agar ini mulai dilakukan pengemasan yang lebih baik, membangun branding-nya lebih baik, ada di setiap jeruk QC check, semuanya akan mengangkat harga produk-produk petani kita,” ucap Presiden.

Seorang warga bernama Jurus Kembaren mengatakan, dirinya dan masyarakat lainnya merasa sangat senang dengan hadirnya Presiden Jokowi di kampung halaman mereka.

"Alhamdulillah sangat senang sekali, lihatlah betapa antusiasnya masyarakat di sini," kata Jurus sambil menunjukkan jenis jeruk yang diantar mereka ke istana negara beberapa bulan lalu.

Pria ramah itu berharap kondisi kampung dan warganya lebih baik lagi setelah jalan kampung mereka diperbaiki.

"Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Jokowi yang berkenan hadir di LMD ini. Kami sangat senang. Semoga hasil panen kami lebih baik lagi dan jalur transportasi untuk membawanya menjadi semakin lancar," pungkasnya.














Tag: presiden jokowi Jokowi terima jeruk

Bagikan: