Temui FX Rudy, Paundrakarna Curhat Ikhlas GPH Bhre Jadi Mangkunegara X

| 10 Mar 2022 06:27
FX Hadi Rudyatmo dan GPH Paundrakarna bertemu di Pucangsawit, Kota Solo.(Akun Facebook Shaggy Sigit Sarwanto)

ERA.id - Mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengaku baru saja ditemui oleh oleh GPH Paundrakarna Jiwo Suryonegoro.

Rudy mengungkap pertemuan ini karena GPH Paundra berpamitan.

”Pertama keperluannya dolan (main). Kedua niatnya mau pamit ke Jakarta,” kata Rudy.

Mantan Wali Kota Solo ini menyampaikan bahwa saat ini GPH Paundra sudah legowo tidak diangkat sebagai Mangkunegara X. Rencananya ia akan diposisikan sebagai pangeran sepuh.

”Dia cerita kalau diposisikan sebagai pangeran sepuh. Mung ngono tok (cuma itu saja),” kata Rudy.

Rudy mengungkap GPH Paundra sempat kecewa dengan keputusan internal Pura Mangkunegaran yang mengangkat adiknya, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo sebagai KGPAA Mangkunegara X. Namun saat ini GPH Paundra sudah legowo dengan keputusan tersebut.

”Ya kalau kecewa pasti, dia kan putra tertua. Tapi karena ini keputusan Garwo Permaisuri (GKP Mangkunegara IX), akhirnya Gusti Bhre yang dinobatkan,” kata Rudy.

Ia juga menyatakan jika GPH Paundra masih sering berkomunikasi dengannya. Meski sudah tidak aktif dalam partai, Paundra masih sering berkomunikasi dengannya. Sebagai informasi, Paundra sempat menjadi anggota DPRD kota Solo dan kemudian mendapat pergantian antar waktu (PAW).

”Ya masih (komunikasi dengan partai) lha cucunya Bung Karno. Kalau di organisasi tidak, tapi beliau aktif di bidang seni,” ucapnya.

Terkait persoalan ini, Rudy juga pernah dimintai keterangan oleh Megawati Soekarnoputri tentang GPH Paundra yang merupakan keponakannya. Beberapa hal sempat disampaikan Rudy yang memang dekat dengan Mega.

”Ya pernah ngobrol dengan beliau (Mega). Saya bilang kalau keputusan ada di kerabat Mangkunegaran. Saya ditanya ya hanya jawab begitu,” kata Rudy.

Terkait pertemuannya dengan GPH Paundra tersebut, Rudy berpesan agar penerus takhta Pura Mangkunegaran dan saudara-saudaranya bisa rukun dan tidak ada konflik. Sehingga bisa tetap mempertahankan budaya kota Solo agar tetap lestari.

”Harapannya bisa tetap mempertahankan kebudayaan di Pura Mangkunegaran,” ucapnya.

Rekomendasi