Makassar Rawan Begal, Kinerja Polisi Dipertanyakan

Tim Editor

Ilustrasi begal (Antara)

ERA.id - Begal kini marak terjadi di Kota Makassar. Kontributor ERA yang bersepeda pun menderita oleh ulahnya di Jl Antang Raya. Ponsel dan uang raib, padahal saat itu keadaan masih ramai tepat di sore hari.

Kerja aparat polisi pun dipertanyakan. Toh, mereka sudah bersinergi dengan Pemkot Makassar, yang menyediakan ratusan CCTV di jalanan, agar aksi pelaku kriminal bisa diketahui.

Mulai dari awal Ramadan 2022, aksi begal sudah tumbuh pesat. Seperti yang menimpa remaja berusia 16 tahun, ia dirawat serius usai dipanah pada tanggal (9/4/2022) lalu, di Jalan Ahmad Yani, Makassar.


Selain itu, pada tanggal (15/4/2022) seorang bocah berusia 8 tahun yang sedang bermain gim di depan rumahnya, dijambret oleh dua orang dewasa. Dua ponselnya hilang. Kejadian itu terjadi di Jalan Barawaja I, Makassar.

Tak berselang lama, seorang remaja yang hendak masuk dalam rumahnya dipanah oleh dua pria yang melintas. Dalam video CCTV, terlihat sebuah anak panah menempel di bagian kanan pinggang korban. Kejadian tersebut terjadi pada tanggal (16/4/2022) dini hari di BTN Pepabri Blok A, Sudiang, Makassar.

Pada tanggal (21/4/2022), seorang pria bernama Sulaiman (20) nyaris tewas setelah ditebas celurit dan dipukul batu merah. Peristiwa begal itu terjadi di Jalan Pampang 5, Panakkukang, Kota Makassar, Sulsel.

Yang terbaru, video CCTV viral di sosial media. Terlihat sekumpulan geng motor mengejar pengendara motor di sekitaran wilayah Sudiang, Biringkanaya. Mereka memegang anak panah dan ketapel yang akan diarahkan ke pengendara lainnya.

Salah satu warga asal Sudiang, Yaya mengatakan kepada ERA, jika masyarakat sekarang sudah mulai takut untuk keluar rumah, apalagi pada malam hari.

"Rata-rata sudah takut untuk keluar rumah. Jam 8 malam ke atas sudah mulai sepi. Karena takut sama geng motor," ungkapnya kepada ERA, Sabtu (7/5/2022).

Yaya menginginkan agar pihak kepolisian keluar ke jalan dan berpatroli. Apalagi pada malam hari, karena menurutnya jam segitu merupakan rawan begal.

"Polisi ini ke mana kodong? Tidak pernah saya lihat polisi patroli di malam hari. Karena kemarin-kemarin saya sempat pulang malam, tapi tidak ada saya lihat. Bergeraklah, lindungi kami warga sipil," tandasnya.

Tag: polisi begal makassar pemkot makassar kriminalitas

Bagikan: