Polisi Bilang Kejahatan Menurun di Makassar, Faktanya Banyak Warga Mengeluh Begal

Tim Editor

Ilustrasi polisi (Antara)

ERA.id - Begal dan perang kelompok beberapa hari terakhir jadi pembicaraan serius di Kota Makassar, Sulsel. Kontributor ERA pun tak luput jadi korban kejahatan perampokan jalanan tersebut.

Bayangkan saja, sore hari, pada April silam, ia dirampok sepulang dari menarik uang gajinya di ATM daerah Antang, Manggala. Ponselnya rusak karena berebut, jutaan uangnya lenyap, tangannya terkilir.

Sampai di situ? Tidak. Beberapa hari yang lalu, seorang pedagang martabak di daerah Jl. Andi Tonro, dibegal. Bahunya ditebas. Dalam keadaan berdarah, ia pergi melapor polisi.


Anehnya, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto mengklaim, gangguan keamanan dan ketertiban (Kantibmas) sudah menurun dari sebulan terakhir usai pelaksanaan Ramadan dan Idulfitri.

"Dari peristiwa kejahatan di Makassar, saya yakin semakin menurun. Kalau ada, hanya satu dua, itu sudah kita antisipasi," ujar Budhi di Mal Nipah Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (13/5/2022).

Saat ditanyakan bagaimana penanganan kejahatan seperti dilepasnya anak panah di jalanan kepada orang lain, serta kejahatan pecah kaca mobil, Budhi mengklaim telah ditangani secara serius.

"Kalau masalah itu, sesering mungkin kita patroli, dan razia busur tersebut. Dan bagi kejahatan pecah kaca mobil, kita sudah menempatkan anggota di titik rawan untuk mengatasi dan mengantisipasi kejahatan," katanya.

Sedangkan untuk kasus perang antarkelompok sejauh ini, katanya, tidak ada. Ia menjelaskan yang ada hanya orang-orang tertentu mencoba memancing keributan agar terjadi gesekan di antara pemuda.

"Kalau perang kelompok itu kan ada satu dan dua (berseteru) kelompok, nah itu perang kelompok. Jadi, beda dengan perbuatan seseorang yang sengaja memancing keributan, itu yang terjadi. Tapi semua itu bisa kita antisipasi," tuturnya.

Mengenai fenomena geng motor yang menyerang kelompok tertentu maupun masyarakat di sekitar gang atau lorong dalam beberapa hari terakhir, papar Kapolres, sudah teridentifikasi para pelakunya.

"Untuk pelaku yang sudah kita identifikasi, sudah ada sebagian kita tangkap. Kejadian itu juga sudah kita proses," ujar perwira menengah Polri ini menerangkan.

Sebelumnya, aksi kejahatan geng motor tertentu yang menyerang dengan cara membabi buta ke pemukiman warga dan lorong-lorong dengan menggunakan ketapel disertai anak panah terjadi. Ada beberapa warga tidak bersalah terluka saat diserang.

Sejauh ini, kepolisian telah menangkap puluhan anak remaja dan pemuda karena teridentifikasi melakukan kejahatan. Selain itu, polisi masih mengejar pelaku pemecah kaca mobil.

Salah seorang korbannya, Hamka, pegawai KPU Sulsel komputer jinjingnya berisi data keuangan KPU Sulsel raib di dalam mobil yang teparkir di depan kantornya.

Tag: polisi begal polrestabes makassar makassar Sulsel perampokan

Bagikan: