ERA.id - Aktris Ratu Sofya disomasi oleh rumah produksi HAS Pictures terkait penolakannya untuk ikut promosi dalam film terbaru yang dibintanginya. Ratu Sofya dinilai melanggar kontrak dengan tidak mengikuti kegiatan promosi.
Perwakilan HAS Pictures, Reza Aditya mengatakan, kisruh antara Ratu Sofya dengan rumah produksi terjadi lantaran tidak nyaman dengan film yang dibintanginya. Rasa tidak nyaman itu menjadi alasan Ratu Sofya yang justru merugikan rumah produksi.
"Salah satu peran utama dari kita, dari film ini, tidak ikut promo di kita dan itu jelas merugikan kita dari PH. Jadi, saudari RS ini enggan ikut promo gitu karena saudari RS (Ratu Sofya) ini bilang dia kurang nyaman dengan film ini gitu," ujar Reza dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Jumat (22/5/2026).
Reza lantas membenarkan dalam film Dosa: Penebusan atau Pengampunan ini terdapat adegan intim yang harus dilakoni oleh Ratu Sofya. Tetapi Reza menekankan adegan tersebut tidak terlalu diekspos seperti yang belakangan menjadi perbincangan.
"Memang benar (ada adegan intim) gitu, tapi kita juga tidak sangat mengekspos itu karena bukan cuma sekadar sex scene yang kita mau tampilin di film, di karya kita. Enggak, ini ada filosofinya, ini ada ceritanya," tegasnya.
Lalu, Reza menyoroti sebuah podcast yang sebelumnya dihadiri oleh Ratu Sofya. Dalam podcast tersebut, Ratu Sofya mengaku keberatan dan dipaksa untuk melakukan adegan intim tanpa menggunakan pemeran pengganti.
Namun Reza membantah dengan tegas pernyataan kekasih Cornelio Sunny itu. Menurut Reza, selama syuting berlangsung pihak produksi sudah menawarkan pemeran pengganti dan tidak ada penolakan dari Ratu Sofya.
"Dari proses syuting, dia sangat fun dan sangat nyaman di lokasi syuting gitu. Dan tidak ada keresahan yang kita terima, tidak ada komplain yang kita terima juga gitu," tuturnya.
Kuasa hukum HAS Pictures, Takwa mengimbau agar Ratu Sofya bisa menyelesaikan kewajibannya sebagai pemeran utama untuk melakukan promosi sesuai dengan kontrak yang telah disepakati. Ultimatum ini ditujukkan kepada Ratu Sofya sebelum perilisan film.
"Yang kami minta sekali lagi adalah penuhi kewajiban Anda sebagaimana yang seharusnya dalam perjanjian-perjanjian tanpa terkecuali," tegas Takwa.
"Kami berikan kesempatan dalam hal-hal tertentu sebelum film ini rilis atau premiere-nya belum rilis juga, kami minta kepada Anda untuk melaksanakan kewajiban itu," imbuhnya menambahkan.
Diketahui sebelumnya pada sebuah podcast yang viral, Ratu Sofya sempat mengutarakan bahwa ia sempat dipaksa untuk menerima sebuah proyek film yang memiliki adegan dewasa. Demi film itu, Ratu dibayar hingga ratusan juta.
"Gue harus main film yang ada adegan nggak pantasnya demi keluarga gue bisa dapet duit ratusan juta," kata Ratu Sofya dari video yang beredar Januari lalu.
Meski mendapat bayaran ratusan juta, Ratu menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima honor tersebut. Ia menjelaskan kontrak kerja itu ditandatangani oleh orangtuanya.
"Selama ini gue syuting, duit nggak ada di gue. Yang tanda tangan kontrak orang tua gue," jelasnya.
Pernyataan itu lantas viral dan menjadi perbincangan publik hingga menuai beragam pro dan kontra.