Film Ghosting Siap Dibawa ke Panggung Internasional, Peter Surya Wijaya Kagumi Akting Yasamin Jasem

| 10 Oct 2026 11:03
Film Ghosting Siap Dibawa ke Panggung Internasional, Peter Surya Wijaya Kagumi Akting Yasamin Jasem
Eksekutif produser Peter Surya Wijaya (Dok. ERA)

ERA.id - Eksekutif produser Peter Surya Wijaya tertarik mengembangkan film Ghosthing yang dibintangi oleh Yasamin Jasem dan Baskara Mahendra. Peter bahkan memuji kemampuan akting Yasamin yang berbanding terbalik dengan kesehariannya.

Melalui Imperial Pictures, Peter terlibat dalam pengembangan film yang mempertemukan Baskara Mahendra sebagai Alfian, seorang perias jenazah, dengan Yasamin Jasem sebagai Maya, arwah seorang influencer yang kematiannya menyimpan misteri.

Peter mengatakan, ketertarikannya bermula ketika melihat cerita Ghosthing memiliki keunikan tersendiri. Menurut dia, perpaduan horor dan komedi dalam film tersebut menawarkan pengalaman menonton yang berbeda.

"Waktu saya lihat Ghosthing, itu sangat menarik dari arwahnya, dari ceritanya sangat mampu membawa lucu. Jadi, kita dengan tim kreatif dan produser yang lain ikut mengembangkan film ini," kata Peter saat ditemui dalam rangkaian gala premiere Ghosthing di Senayan City XXI, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2026).

Peter mengaku selama ini juga terlibat dalam produksi film drama dan horor. Namun, melalui Ghosthing, ia ingin terus belajar mengembangkan film komedi yang bisa membuat penonton tertawa dan menikmati cerita dengan lebih santai.

"Iya, biar kita nonton film komedi bisa ketawa, bisa lebih santai. Mungkin banyak film ada horor, ada drama, kita produksi drama juga, dan ada komedi. Kita lagi belajar bagaimana untuk membuat film komedi," ujarnya.

Dalam proses produksi, Peter tidak hanya berperan mendukung pendanaan, tetapi juga terlibat dalam pengembangan cerita hingga pemilihan pemain dan sutradara.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut dibahas bersama tim kreatif dan para produser dengan mempertimbangkan berbagai usulan yang masuk.

“Tugas saya itu pilih cerita, develop, sama tentu memilih pemain dan sampai sutradara. Biasanya dari usulan tim, para produser, kreatif, untuk menyampaikan. Kita pertimbangkan dan melakukan penilaian,” tutur Peter.

Peter Puji Kemampuan Yasamin Jasem

Salah satu hal yang membuat Peter puas dengan Ghosthing adalah penampilan para pemain, terutama Yasamin Jasem. Ia mengaku sudah menonton film tersebut berkali-kali sejak proses pengembangan hingga hasil akhirnya.

Peter menilai Yasamin mampu menghadirkan karakter Maya dengan pembawaan yang berbeda dari kepribadiannya sehari-hari. Ia bahkan mengingat sejumlah adegan ketika Maya menunjukkan sifat cerewetnya, termasuk saat arwah tersebut masuk ke tubuh karakter yang diperankan Baskara Mahendra.

“Apalagi dengan Yasamin, saya suka sekali akting dia. Dengan karakternya itu luar biasa,” kata Peter.

“Biasanya Yasamin enggak terlalu cerewet, ya. Dia orangnya biasa lebih pendiam. Tapi kalau di situ, dengan cara omongannya, cerewetnya luar biasa. Ada beberapa adegan yang saya ingat, saat dia sebagai arwah masuk ke badan Baskara. Menurut saya, itu cukup lucu,” lanjutnya.

Dalam siaran pers Imperial Pictures, Peter juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kekuatan cerita, sasaran penonton, dan kesiapan tim produksi. Baginya, premis yang menarik perlu dikembangkan secara matang agar mampu mempertahankan perhatian penonton sepanjang film.

Hal itu pula yang menjadi tantangan dalam menggarap Ghosthing. Perbedaan dunia dan kepribadian Alfian serta Maya menjadi salah satu daya tarik yang diharapkan bisa membuat penonton penasaran, tegang, sekaligus tertawa.

Bagi Peter, kepercayaan terhadap tim kreatif juga menjadi bagian penting dalam proses produksi. Komunikasi dan perencanaan yang jelas diperlukan agar sutradara, penulis, pemain, dan kru dapat mengembangkan gagasan menjadi sebuah karya yang utuh.

Ke depan, Peter berharap Ghosthing dapat membuka peluang bagi film Indonesia untuk menjangkau penonton internasional.

“Ya, semoga. Kita belajar, kita expand bagaimana untuk berkembang ke internasional. Biar film Indonesia kita semua bisa ke internasional. Semoga nanti, doain,” ucapnya.

Peter menambahkan, Imperial Pictures masih mengembangkan sejumlah proyek baru dengan beragam genre, mulai dari drama, horor, hingga komedi.

Meski belum mengungkapkan judul-judul yang sedang disiapkan, ia berharap proyek tersebut bisa menghadirkan karya yang lebih kreatif pada tahun depan.

“Di meja saya ada beberapa cerita, ada drama, horor, komedi juga. Kita masih dalam development. Semoga ke depan kita bisa membuat film baru lagi yang lebih kreatif. Nanti minta teman-teman tunggu, tahun depan launching lagi,” katanya.

Adapun Ghosthing dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

Rekomendasi