Dinilai Tonjolkan Seksualitas Anak, Film Cuties Tuai Kritik Senator hingga Kontroversi Publik

Tim Editor

Film Cuties (Dok.Netflix)

ERA.id - Salah satu film yang ditayangkan lewat platform streaming Netflix — Cuties menuai kritik dan kontroversi dari sejumlah pihak, termasuk senator Partai Republik, Ted Cruz. 

Film Cuties dianggap tak layak tayang karena dinilai mengeksploitasi anak secara tak langsung di beberapa adegan. Tetapi menurut Maimouna Doucoure sutradara sekaligus penulis dari film Cuties, filmnya tidak mengandung unsur yang dituduhkan itu. 

“Saya melihat banyak hal dan masalah di sekitar saya yang dialami gadis-gadis muda. Oleh karenanya saya memutuskan untuk membuat film ini,” kata Doucoure, dikutip Hollywood Reporter, Rabu (16/9/2020). 

Salah satu adegan yang dianggap mengandung unsur eksploitasi seksual anak ialah saat grup Cuties (grup tari) tampil di sebuah acara. Saat tampil mereka memakai pakaian yang ketat terbuka dan menampilkan gerakan eksotis, seperti twerking. 

Netizen Amerika Serikat pun mengecam film yang tayang sejak 9 September 2020 ini. Bahkan tagar #CancelNetflix sempat menggema di media sosial beberapa waktu lalu dan menjadi trending topic. 

Tak berhenti sampai di situ, senator Partai Republik, Ted Cruz juga meminta aparat terkait yang ditujukan ke Kementerian Kehakiman untuk mengusut dan menyelidiki film Cuties

“Saya mengirim surat untuk mendesak Kementerian Kehakiman menyelidiki apakah Netflix, para eksekutifnya, atau pembuat filmnya melanggar hukum federal terkait produksi dan distribusi pornografi anak,” cuit Cruz beberapa waktu lalu di Twitter. 

“Film itu terus menonjolkan seksualitas anak di bawah umur ketika mereka menampilkan tarian yang memancing perbuatan seksual dengan pakaian terbuka," lanjutnya dalam surat. 

Selain itu, Cruz menganggap adegan yang dianggap kontroversial itu bisa saja menimbulkan masalah di kemudian hari atau bahkan membuat para pedofil jadi terinspirasi dari film Cuties.

 

Menanggapi tuduhan itu Maimouna Doucoure dengan tegas membantah film garapannya sengaja mempertontonkan adegan seksual anak. Dia menyatakan film ini memang memiliki unsur feminis dan berani yang sangat kental.

 

Apalagi dia mengklaim sebelum membuat film ini dirinya terlebih dahulu melakukan riset ke ratusan remaja dan mendengarkan masalah krusial yang menimpa mereka. Dia juga meminta pendapat dari para remaja tentang pandangan feminitas dan membentuk citra mereka di media sosial. 

Dari hasil riset itu dapat disimpulkan banyak remaja yang mementingkan jumlah follower di media sosial dan nekat untuk tampil seksi dan berani di ruang publik. Bahkan tak sedikit remaja yang terpacu untuk melakukan hal serupa demi membangun citranya di media sosial. 

“Gadis-gadis saat ini melihat bahwa semakin seorang perempuan tampil terlalu seksual di media sosial, semakin dia akan sukses dan anak-anak akan meniru apa yang mereka lihat, mencoba mencapai hasil yang sama tanpa memahami artinya. Hal ini berbahaya,” ungkap Doucoure. 

Terlepas dari kontroversi yang terjadi, film Cuties nyatanya mendapat penghargaan Short Film International Fiction dari Sundance Film Festival 2016. 

Tag: film

Bagikan :