Beberapa Pose Yoga untuk Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

| 15 Oct 2023 08:30
Beberapa Pose Yoga untuk Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi
Bone angle pose, pose yoga untuk tekanan darah tinggi (pexels)

ERA.id - Tekanan darah tinggi atau hipertensi tingkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Anda perlu melakukan pengobatan medis dan menjalankan gaya hidup sehat agar hal ini tidak semakin buruk.

Di samping pengobatan medis, Anda bisa melakukan beberapa hal untuk menurunkan hipertensi, seperti makanan makanan sehat, menjaga berat badan sehat, hindari alkohol, kurangi stres, olahraga teratur, tidak merokok. Selain itu, Anda juga bisa melakukan pose yoga untuk tekanan darah tinggi karena yoga bisa menjadi bentuk olahraga.

Sebelum melakukannya, Anda perlu tahu bahwa beberapa pose perlu dihindari oleh orang yang punya hipertensi atau tekanan darah tinggi, seperti pose berdiri, membungkukkan punggung, dan membalikkan tubuh. Untuk lebih amannya, sebaiknya Anda bertanya kepada dokter sebelum melakukan pose yoga tertentu.

Pose Yoga untuk Tekanan Darah Tinggi

Dilansir Healthline, latihan yoga berikut ini dilakukan dengan lembut dan bisa jadi terapi bagi penderita tekanan darah tinggi. Lakukan gerakan ini di atas matras yoga di permukaan yang tidak licin agar lebih nyaman.

  • Bound angle pose

Pose ini dilakukan dengan duduk. Pose bound angle bisa membuka panggul dengan baik dan merangsang sirkulasi. Otot-otot yang diregangkan dalam pose ini adalah leher, paha bagian dalam, pinggul (adductors dan gracilis). Sementara, otot yang bekerja adalah punggung bagian bawah. Cara melakukannya adalah sebagai berikut.

1.    Duduk di atas matras dan rapatkan kedua telapak kaki ke depan, tekuk lutut seolah-olah Anda mau menggerakkan kaki layaknya sayap kupu-kupu.

2.    Dekatkan tumit sedekat mungkin ke panggul, pegang jari-jari kaki untuk membantu gerakan ini dengan lembut.

3.    Saat menarik napas, duduklah tegak di atas tulang duduk Anda. Jangan selipkan panggul Anda di sini. Itu akan membuat tulang belakang bagian bawah bisa patah.

4.    Saat Anda mengembuskan napas, tekan lutut ke lantai.

5.    Mulailah tekuk pinggul dengan lembut dengan menjaga tulang belakang tetap lurus. Dekatkan tulang rusuk ke arah kaki. Jika tubuh Anda lentur, gunakan lengan bawah dan siku untuk menekan lutut. Gerakan ini harus dilakukan dengan lembut, tidak dipaksakan.

6.    Turunkan tubuh semampu Anda dengan lembut tanpa membuat tulang belakang melengkung. Lepaskan ketegangan bagian leher dengan menurunkan dagu.

7.    Tahan posisi tersebut selama 3 hingga 5 napas perlahan.

  • Legs-Up-the-Wall

Ini adalah pose inversi yang pasif dan menenangkan. Ini termasuk pose inversi yang lebih aman bagi penderita hipertensi sebab jantung dan kepala Anda sejajar. Akan tetapi, sebagian guru yoga mengatakan bahwa tidak ada inversi yang aman untuk tekanan darah tinggi. Jadi, Anda harus berkonsultasi dulu dengan dokter. Otot-otot yang diregangkan adalah paha belakang dan pinggul.

 Ilustrasi pose legs up the wall (pexels)

1.    Posisikan matras tegak lurus dengan dinding yang rata.

2.    Duduklah di atas matras dengan posisi sejajar dengan dinding.

3.    Baringkan tubuh dengan kaki di lantai, lutut ditekuk.

4.    Dengan menggunakan punggung bawah dan tulang ekor atas sebagai titik poros, angkat kaki dan ayunkan tubuh secara perlahan hingga tegak lurus dengan dinding. Sandarkan tulang duduk ke dasar dinding.

5.    Setelah terasa nyaman, rentangkan kaki ke atas dinding. Anda perlu bergerak sedikit untuk melakukan hal ini. Anda bisa meletakkan bantal atau selimut terlipat di bawah punggung bawah jika sudah terasa lebih baik, tetapi usahakan jangan terlalu tinggi pada sudut ini kecuali sudah memeriksakan diri ke dokter.

6.    Jaga agar kedua tulang belikat selalu menyentuh lantai untuk menghindari tekanan pada leher.

7.    Letakkan tangan di samping tubuh dengan telapak tangan menghadap ke atas. Gantungkan pinggul Anda ke matras.

8.    Anda bisa bertahan dalam posisi ini dalam waktu yang Anda mau atau mampu.

Itulah beberapa pose yoga untuk tekanan darah tinggi. Perlu diingat, lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar tidak memberikan risiko yang berbahaya. Untuk mendapatkan info menarik yang lain, ikuti terus Era.id.

Rekomendasi