4 Dampak Kurang Tidur Selama Puasa, Awas Bisa Ganggu Kesehatan Mental hingga Jantung

| 20 Mar 2024 21:15
4 Dampak Kurang Tidur Selama Puasa, Awas Bisa Ganggu Kesehatan Mental hingga Jantung
Ilustrasi kurang tidur (Unsplash)

ERA.id - Tidak sedikit orang yang mengaku kurang istirahat atau kurang tidur saat bulan Puasa. Hal ini memang wajar terjadi karena ada perubahan pola makan hingga pola tidur yang dijalani selama Ramadan. 

Khususnya di bulan Ramadan, umat Muslim diharuskan bangun menjelang subuh untuk melakukan sahur. Pada malam harinya juga mungkin menjalani ibadah lain seperti salat tarawih dan tadarus atau membaca Al-Quran.

Perubahan pola aktivitas di malam hari tersebut membuat banyak orang jadi kurang tidur saat puasa. Padahal kebiasaan ini bisa menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Jika kurang mendapatkan waktu tidur yang cukup, maka fungsi normal tubuh bisa terganggu dan meningkatkan risiko penyakit. Itulah mengapa penting untuk tetap menjaga waktu tidur yang cukup selama bulan Ramadan. 

Dampak kurang tidur selama puasa

Tubuh manusia membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan atau mengisi ulang energi. Apabila kurang tidur, tubuh akan kekurangan tenaga dan imunitas menurun. Jika hal ini terjadi secara berulang-ulang maka dapat menyebabkan mudah terkena penyakit.

Sebagai pengingat supaya kita tetap menjaga jam tidur di saat puasa, berikut ini beberapa dampak buruk kurang tidur:

1. Kekebalan tubuh menurun

Salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi imunitas tubuh adalah kecukupan waktu istirahat atau tidur. Memiliki waktu tidur yang cukup sangat penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh supaya tetap prima. 

Apabila kekurangan tidur, maka imun tubuh bisa menurun karena harus bekerja ekstra tanpa ada pemulihan. Jika kondisi ini terjadi maka tubuh akan lebih rentan terserang penyakit, seperti demam, pilek, flu, dan infeksi lainnya. 

2. Mengganggu kesehatan mental

Efek buruk lain yang bisa dialami akibat kurang tidur adalah gangguan kesehatan mental. Kurangnya waktu istirahat atau jam tidur dapat meningkatkan risiko penyakit mental. 

Tak cuma lemas secara fisik, seseorang yang kurang tidur juga cenderung sensitif dan emosional. Biasanya mereka gampang mengalami stres, mudah marah atau tersinggung, kelelahan, dan lainnya. 

3. Kurang fokus

Kurang tidur juga bisa berdampak buruk pada kinerja kognitif seseorang. Seseorang yang kurang tidur akan berisiko mengalami penurunan daya ingat, lemahnya konsentrasi, hingga kesulitan mengambil keputusan dan fokus berkurang. 

4. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Bahaya lain dari kurang tidur adalah berkaitan dengan gangguan jantung. Seseorang yang kurang memiliki waktu tidur cukup maka bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. 

Saat tubuh lelah, misalnya karena kurang tidur, akan terjadi peningkatan tekanan darah, gangguan irama jantung, dan peradangan. Kondisi tersebut bisa memicu berbagai risiko penyakit seperti serangan jantung, stroke, dan lainnya. 

Rekomendasi