Gunakan Maggot Sebagai Komponen Penting Mengurai Popok Bayi, Uni-Charm Luncurkan Inovasi 'Ethical Living for SDGs'

Tim Editor

Ilustrasi

ERA.id - Penggunaan popok bayi sekali pakai, menjadi penyumbang terbanyak sampah di Indonesia, pada bulan April lalu, PT Uni-Charm Indonesia menjelaskan ada 35 persen limpah popok yang dari 16 juta ton yang memiliki kendala untuk mendaur ulang.

Inovasi untuk mengubah popok agas bisa terusai dengan mudah tanpa harus membuangnya, PT Uni-Charm meluncurkan produk Charm dan Protect Pollution Mask dalam kemasan berbahan kertas daur ulang. Hal tersebut disampaikan oleh Denti Nila Purwanti selaku Corporate Plan Representative PT Uni-Charm Indonesia, dimana penguraian tersebut menggunakan larva Black Soldier Fly (Maggot).

"Selain permasalah plastik, sampah popok bekas sekali pakai menjadi salah satu permasalahan yang sangat serius di Indonesia. Kami melihat kegiatan masyarakat yang masih membuang sampah popok ke sungai," kata Denti Nila Purwanti kepada awak media dalam virtual conference, Jumat (30/7).


Menjelaskan, alasan menggunakan maggot sebagai komponen penting dalam penelitian ini, dalam kesempatan yang sama, Profesor Ishibasi dari Universitas Prefektur Kumamoto menjelaskan maggot dipilih karena memiliki kecepatan mengurai sampah organik yang sangat tinggi dan bisa tumbuh menjadi bahan pakan dengan kandungan protein tinggi.

"Konsep gaya hidup yang kami lakukan ini, bernama 'Ethical Living for SDGs', bahan yang digunakan adalah Protect Pollution Mask di dalam kemasan berbahan kertas daur ulang," jelasnya.

General Manager PT Uni-Charm Indonesia, Yasushi Yoshioka berharap eksperimen ini bisa dijadikan pilihan solusi untuk masalah limbah popok.

"Untuk itu fase kedua untuk Ethical Living for SDGs kami menjalankan kegiatan penelitian ini untuk menambahkan opsi untuk memecahkan masalah ini untuk ke depannya," tutup Yasushi Yoshioka.

Tag: plastik daur ulang

Bagikan: