Mengenal DLBCL, Penyakit Kanker Langka yang Diidap Ari Lasso

| 09 Sep 2021 15:32
Mengenal DLBCL, Penyakit Kanker Langka yang Diidap Ari Lasso
Ari Lasso (Foto: IG @ari_lasso)

ERA.id - Penyanyi senior Ari Lasso baru saja mengungkapkan bahwa ia mengidap penyakit kanker Diffuse Large B-cell Lymphoma (DLBCL). Dengan mengidap penyakit ini, Ari sudah menjalani operasi besar pada akhir Agustus 2021 lalu.

Sementara itu, DLBCL sendiri dikenal sebagai kanker limfoma langka yang kasusnya bahkan masih sedikit terjadi. Yuk, kenal lebih dalam apa sebenarnya penyakit kanker DLBCL.

1. Apa itu Diffuse Large B-cell Lymphoma (DLBCL)?

Dilansir dari Lymphoma Action, penyakit ini merupakan jenis kanker darah yang berkembang ketika sel darah putih (limfosit) tumbuh di luar kendali. Limfosit sendiri merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh.

DLBCL merupakan jenis limfoma sel B yang pertumbuhannya begitu cepat dan tingkat tinggi. Meskipun langka dan pertumbungan sel kankernya begitu cepat, DLBCL masih bisa disembuhkan.

2. Gejala DLBCL

Mengenal DLBCL (Foto: Unsplash.com/engin)

Bagi orang yang mengidap DLBCL akan mengalami gejala seperti benjolan yang tumbuh tanpa adanya rasa sakit. Benjolan itu biasanya ada di leher, ketiak, bahkan selangkangan. Benjolan itu merupakan pembengkakan dari kelenjar getah bening.

Selain itu, penyakit DLBCL juga bisa berkembang di luar getah bening yang terkadang tidak menimbulkan benjolan. Gejala lain yang timbul bisa dengan rasa sakit perut yang menusuk hingga terasa ke bagian punggung, diare, sesak napas dan batuk.

Berdasar penelitian, orang pengidap DLBCL akan mengalami demam, keringat saat malam, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Kelelahan dan kehilangan nafsu makan juga biasanya dialami.

3. Penyebab dan Orang yang berisiko terkena DLBCL

Dari begitu banyaknya kasus, hingga saat ini belum diketahui dengan pasti penyebab terjadinya DLBCL. Penyakit ini berhubungan langsung dengan sistem kekebalan tubuh, yang mana jika kekebalan tubuh melemah dan memiliki penyakit autoimun bisa memicu munculnya DLBCL.

Adapun orang yang berisiko terkena penyakit ini adalah keturunan dari keluarga yang menderita limfoma, memiliki riwayat penyakit hepatitis C, tubuh obesitas, hingga pemilik autoimun.

4. Pengobatan

Mengenal DLBCL (Foto: Unsplash.com/freestock)

Untuk mengobati penyakit DLBCL pihak medis biasanya akan membuat rancangan pengobatan yang disesuaikan dengan usia pasien dan jenis keparahan kanker yang diderita. Keparahan kanker DLBCL dibuat dengan tahap 1 dan 2 untuk tingkat keparahan awal. Tahap 3 dan 4 untuk tingkat keparahan yang sudah menengah.

Pengobatan untuk yang mengidap DLBCL tahap 1 dan 2 biasanya dilakukan kemoterapi dengan pemberian antibodi terapi, yang terkadang diikuti dengan radioterapi. Biasanya digunakan kombinasi obat R-CHOP, yang biasanya dilakukan setiap 3 minggu sekali.

Untuk tingkat keparahan yang sudah mencapai level menengah akan diberikan pengobatan R-CHOP juga, namun siklus pengobatannya lebih sering dan banyak.

Rekomendasi