Soal Kenaikan Bea Masuk hingga 200 Persen, Begini Respon Pemerintah China

| 12 Jul 2024 12:05
Soal Kenaikan Bea Masuk hingga 200 Persen, Begini Respon Pemerintah China
China soal kenaikan bea masuk (Antara)

ERA.id - China menanggapi rencana pemerintah Indonesia yang akan menaikkan bea masuk untuk produk asal negeri Tirai Bambu itu mencapai 200 persen. China menekankan akan mengambil langkah yang diperlukan demi melindungi hak dan kepentingan mereka.

"China akan mencermati kemungkinan penerapan 'safeguard tariff' yang akan dikenakan Indonesia terhadap produk-produk tertentu, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak-hak dan kepentingan perusahaan-perusahaan China," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian, dikutip Antara, Jumat (12/7/2024).

Rencana kenaikan bea masuk ini sebelumnya disampaikan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan. Zulhas mengungkapkan akan mengenakan bea masuk barang-barang asal China hingga 200 persen.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan rencana Indonesia menerapkan kebijakan pengenaan bea masuk hingga 200 persen terhadap produk tekstil tidak untuk menyerang negara tertentu, terutama China.

"Kami mencatat terutama soal klarifikasi Menteri Koordinator Luhut dan Menteri Zulkifli Hasan mengenai rencana penerapan tarif tinggi oleh Indonesia terhadap impor China, yang mengatakan bahwa meski 'safeguard tariff' dikenakan, tarif tersebut berlaku untuk semua negara dan tidak menargetkan satu negara tertentu, khususnya China," ungkap Lin Jian.

Lin Jian mengatakan baik China maupun Indonesia mendapat manfaat dari kerja sama kedua negara.

"Kedua negara dengan tegas mendukung perdagangan bebas, menentang proteksionisme dan berkomitmen terhadap pertumbuhan kerja sama perdagangan dan investasi bilateral yang sehat dan stabil," tegasnya.

Selain itu, Lin Jian mengatakan bahwa China siap bekerja sama dengan Indonesia atas dasar saling menguntungkan untuk meningkatkan perdagangan bilateral dan kerja sama ekonomi, serta mewujudkan perdagangan yang kuat, seimbang, inklusif dan berkelanjutan.

"Kami juga ingin bekerja sama dengan Indonesia untuk bersama-sama menegakkan tatanan perdagangan internasional yang bebas dan terbuka," imbuhnya.

Dalam keterangan resminya pada Jumat (5/7), Luhut mengungkapkan penerapan safeguard tariff atau Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) untuk beberapa produk tekstil yang sebenarnya sudah diberlakukan dan saat ini sedang dalam perpanjangan periode waktu. BMTP sudah diberlakukan untuk seluruh barang impor tanpa membedakan asal negara tertentu.

Menurut Luhut, kebijakan tersebut perlu benar-benar dikaji, sehingga dapat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan industri dalam negeri.

"Saya juga telah berkomunikasi dengan Menteri Perdagangan untuk membahas masalah ini. Kami bersepakat untuk mengutamakan national interest kita namun tidak mengabaikan kemitraan dengan negara sahabat," ucap Luhut.

Luhut menegaskan bahwa China adalah salah satu mitra komprehensif strategis terpenting Indonesia dalam hal perdagangan dan investasi. Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga hubungan baik ini dengan terus berkomunikasi dan berdialog terkait langkah-langkah kebijakan antarnegara.

Sedangkan Zulkifli mengatakan rencana penerapan tarif tersebut merupakan respons atas regulasi-regulasi sebelumnya tentang perdagangan dan perlindungan industri lokal yang belum memuaskan bagi semua pihak.

Rekomendasi