ERA.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat 525 warga negara Indonesia (WNI) terjebak dalam kasus penipuan online atau online scam di Myawaddy, Myanmar. Dari 525 orang, sebanyak 130 WNI sudah berhasil dipulangkan ke Tanah Air.
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha mengatakan pihaknya berhasil memulangkan 130 WNI yang terjebak di Myawaddy, Myanmar, untuk bekerja di bidang online scam. Ratusan WNI itu dipulangkan ke Indonesia melalui prosedur yang Panjang dengan dua gelombang.
"Pada tahun 2025 ini total ada 130 WNI yang sudah berhasil kita keluarkan dari Myawaddy, Myanmar. Terbagi dalam dua gelombang, gelombang pertama 46 pada 21 Februari lalu dan kemudian tanggal 28 Februari sejumlah 84 WNI," kata Judha ditemui di kantor Kemlu RI, Kamis (6/3/2025).
Judha menjelaskan proses pemulangan 130 WNI itu berhasil dilakukan berkat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Thailand yang menjadi negara transit di wilayah tersebut.
Pemulangan para WNI yang bekerja di sector online scam ini pun dilakukan menggunakan jalur darat dan kemudian diterbangkan ke Indonesia.
"Alhamdulillah 130 tersebut sudah bisa kita keluarkan dari Myawaddy menuju Mae Sot. Kemudian kita bawa jalan darat menggunakan bis 8 jam menuju Bangkok. Kemudian kita terbangkan dengan pesawat komersial menuju Jakarta," jelasnya.
Namun saat tim dari Kementerian Luar Negeri RI berada di Mae Sot, Thailand, didapati bahwa data WNI yang terjebak di Myawaddy lebih dari yang akan dipulangkan. Judha menuturkan semula Kemlu RI mendapat informasi bahwa WNI yang berada di Myawaddy berjumlah 366 orang.
"Namun saat ini Kemlu RI sudah menerima nota resmi dari Myanmar bahwa jumlah WNI yang sudah tercatat mencapai 525. Jadi ini angka yang sangat besar," ungkapnya.
Terkait data yang yang sebelumnya diterima oleh Kemlu RI, kata Judha, angka tersebut didapati dari hasil aduan para korban dan juga perwakilan RI. Kemudian hal itu pun disampaikan oleh pemerintah Indonesia kepada otoritas Myanmar untuk kemudian dilakukan pendataan ulang.
"Nah angka terakhir yang kami terima mencapai 525," tegasnya.
Lebih lanjut, Judha menegaskan Kemlu RI sudah berkoordinasi dengan otoritas Myanmar dan Thailand untuk bisa memulangkan WNI yang masih terjebak.
"Kita juga koordinasi intensif dengan pihak Myanmar untuk memastikan bahwa tidak ada WNI kita yang masih teringgal," pungkasnya.