Kantongi 5 Hak Eksklusif, China Tak Akan Impor Vaksin Korona

| 08 Aug 2020 09:45
Kantongi 5 Hak Eksklusif, China Tak Akan Impor Vaksin Korona
Perusahaan Shenzhen Kangtai Biological Products mendapat hak eksklusif penjualan vaksin COVID-19 AstraZeneca di China.

ERA.id - China kantongi 5 ijin eksklusif produksi vaksin COVID-19 dari total enam vaksin virus korona yang sedang menjalani babak pungkasan uji klinis fase 3. Yang terbaru, China berhasil mendapat kontrak vaksin dengan raksasa farmasi AstraZeneca.

Vaksin AstraZeneca, yang diteliti bersama tim riset Jenner Institute dari Universitas Oxford, menghasilkan respon imun yang kuat tanpa tanda efek samping yang serius, seperti dilansir koran South China Morning Post, Jumat (7/8/2020).

Perusahaan China yang mendapat hak eksklusif tersebut adalah Shenzhen Kantai Biologigal Products. Kontrak ini menjadi hak Kangtai dalam pengembangan uji klinis, produksi dan komersialisasi vaksin tersebut di China.

"BioKangtai akan memastikan bahwa produksi tahunan dari vaksin COVID-19 AZD1222 bisa mencapai 100 juta dosis pada akhir 2020, dan menambah kapasitasnya hingga 200 juta dosis pada akhir tahun 2021 guna mencukupi kebutuhan pasar China," tulis AstraZeneca dalam sebuah pernyataan tertulis.

Perusahaan China lainnya telah membeli hak eksklusif vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh perusahaan non-China.

Maret lalu, Shanghai Fosun Pharma membeli hak kolaborasi dan penjualan di China untuk vaksin dari perusahaan Jerman, BioNTech.

Lalu, pada Januari, perusahaan Amerika Serikat Inovio Pharmaceuticals mengumumkan telah berpartner dengan perusahaan Advacinne dari Beijing dalam uji klinis vaksin mereka.

Tim peneliti China juga memiliki sejumlah kandidat vaksin yang memasuki uji klinis tahap 3.

China National Biotec Group (CNBG) sedang menguji dua vaksin yang dibuat oleh Wuhan Institute of Biological Products dan Beijing Institute of Biological Products di Uni Emirat Arab.

Sementara itu, perusahaan farmasi Sinovac juga sedang menjalani uji klinis fase 3 di Brazil. Produk vaksin Sinovac juga sedang diuji di Indonesia, yang pelaksanaannya dikelola oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Sementara itu, vaksin yang diteliti oleh perusahaan CanSino Biologics yang ada di Tianjin juga sedang menjalani uji klinis fase 3 di Kanada.

Namun, uji klinis ini harus ditunda karena terhambat proses bea cukai.

Rekomendasi