Prancis Larang Penggunaan Satwa Liar dalam Atraksi Sirkus Keliling

Tim Editor

Kelompok gajah melakukan salam penutup dalam perhelatan sirkus di tahun 2018. (Flickr/Tom Diggers)

ERA.id - Kementerian Transisi Ekologi Prancis awal pekan ini (29/9/2020) telah mengumumkan larangan penggunaan satwa liar seperti beruang, macan, singa dan gajah, dalam atraksi sirkus keliling. Merupakan tahapan untuk menghapus praktek sirkus keliling di negara tersebut.

Seperti dilansir News4 San Antonio, Barbara Pompili, menteri transisi ekologi Prancis, dalam konferensi pers Selasa lalu mengatakan bahwa satwa liar tidak boleh diikutsertakan dalam sirkus keliling "dalam beberapa tahun mendatang."

"Sudah waktunya kita membuka era baru dalam berrelasi dengan satwa-satwa liar tersebut," kata dia, sambil menambahkan bahwa kelayakan hidup para satwa merupakan suatu prioritas.

Pompili sendiri tidak menyebut tanggal pasti kapan sirkus keliling akan dilarang seutuhnya. Ia hanya berkata bahwa proses itu akan dimulai "sesegera mungkin." Ia berjanji bahwa para satwa liar yang saat ini diasuh kelompok-kelompok sirkus akan dicarikan tempat tinggal baru.

Pemerintah Prancis juga akan mencairkan paket bantuan senilai 8 juta euro (Rp138,8 miliar) agar orang-orang di industri sirkus keliling bisa menemukan pekerjaan lainnya.

Sementara itu, pelarangan ini tidak berlaku bagi sirkus permanen dan kebun binatang di Prancis.
Di konferensi pers tersebut, Pompili juga mengatakan bahwa tiga taman bermain air, atau marine parks, di Prancis sudah tidak boleh mendatangkan lumba-lumba dan paus orca. Selain itu,

peternakan hewan cerpelai, yang biasa memanen bulu hewan tersebut, harus tutup dalam waktu lima tahun lagi.

"Transisi ini didesain untuk beberapa tahun karena perubahan ini bakal berdampak bagi kehidupan banyak orang," kata dia.

Tag: hewan dilindungi prancis

Bagikan: