Lima Warga Korsel Meninggal Setelah Suntik Flu Musiman

| 21 Oct 2020 20:01
Lima Warga Korsel Meninggal Setelah Suntik Flu Musiman
Seorang wanita menjalani tes penyakit coronavirus (COVID-19) di sebuah klinik darurat di Seoul, Korea Selatan (26/8/2020). ANTARA/REUTERS/Kim Hong-Ji/aa)

ERA.id - Lima warga Korea Selatan meninggal dalam sepekan terakhir setelah mendapat inokulasi flu musiman, atau biasa disebut 'flu jab'. Pemerintah Korsel semula memperluas suntikan flu guna mencegah komplikasi COVID-19 selama musim dingin.

Seperti dilansir ANTARA, pihak berwenang mengatakan tidak ada indikasi adanya pengaruh vaksin flu terhadap kematian lima orang warga. Namun, penyeledikan dan otopsi sedang dilakukan.

"Hal ini membuat kami kesulitan merilis pernyataan yang definitif," kata Wakil Menteri Kesehatan Kim Gang-lip dalam sebuah jumpa pers, Rabu (21/10/2020).

Di antara para korban adalah pemuda laki-laki berusia 17 tahun dan seorang pria berumur 70an tahun. Kasus kematian berkaitan dengan program suntik flu musiman di Korsel ini menghiasi halaman utama surat kabar setempat.

Rangkaian kematian tersebut terjadi beberapa pekan setelah program vaksin nasional ditangguhkan lantaran ada kekhawatiran mengenai keamanan vaksin. Padahal sebelumnya, bulan lalu para pejabat berencana menyuntik 30 juta warga Korsel dengan vaksin flu musiman.

Namun, baru tiga pekan program berjalan, ditemukan bahwa sekitar 5 juta dosis vaksin, yang seharusnya berada dalam suhu dingin, telah terpapar suhu kamar saat diangkut ke fasilitas medis.

Meningkatkan kepercayaan publik terhadap vaksin telah menjadi tantangan global utama tahun ini, karena beberapa negara terburu-buru menyetujui vaksin COVID-19 eksperimental sebelum studi keamanan dan kemanjuran lengkap telah diselesaikan.

Vaksin flu Korea Selatan dipasok oleh beberapa pembuat obat yang berbeda, termasuk LG Chem Ltd dan Boryung Biopharma Co. Ltd., sebuah unit dari Boryung Pharm Co. Ltd. Keduanya adalah perusahaan asal Korea Selatan.

Seorang pejabat Boryung mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaannya mengetahui perihal kematian yang telah dilaporkan otoritas kesehatan, namun, tidak segera memberikan komentar. Sementara, LG Chem mengatakan perusahaan tersebut akan mengikuti apapun saran dari pemerintah.

Rekomendasi